Kamis dalam Pekan Biasa XXII, 4 September 2014


1Kor 3: 18-23  +  Mzm 243  +  Luk 5: 1-11

 

 


Lectio :

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.  Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

 

 

 

Meditatio :

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Mengapa Yesus merasa nyaman mengajar dari atas perahu? Tentunya supaya tidak terdesak oleh banyaknya orang yang ingin datang mendekat kepadaNya, dan bahkan hendak menjamahNya.  Maksud baik mereka bisa-bisa malahan menghimpit Yesus.

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: 'bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan'. Mengapa Yesus tiba-tiba menyuruh Simon menebarkan jala? Mengapa Yesus malah tidak memberi kesempatan kepada mereka untuk tanyajawab? Apakah mereka semua sudah mengerti perkataanNya yang penuh kuasa itu? Bukankah banyak orang juga masih berdiri di sepanjang pantai?  Simon menjawab:  'Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.  Suatu jawaban jujur yang disampaikan Petrus kepada sang Guru. Karena memang Petrus dan beberapa temannya adalah para nelayan, yang notabene lebih pandai dalam mencari ikan daripada seorang anak tukang kayu. Namun, karena Engkau sang Guru yang aku percayai, aku akan melaksanakan juga. Bukankah seorang guru itu pasti lebih tahu daripada para muridNya? Apakah Petrus berkata demikian, karena dia sungguh-sungguh menyadari sebagaimana dikatakan Paulus, agar  'tidak ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia'  (1Kor 3: 21)?

 Sungguh,  setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.  Mukjizat itu sungguh nyata.  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya; dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.  Sungguh mengagumkan da amat menakjubkan. Segala-galanya indah pada waktunya.  Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: 'Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa'. Entah bagaimana Simon Petrus dapat berkata demikian. Apakah ada yang membisiki dirinya bahwa  Itu adalah Tuhan (Yoh 21: 7)? Kiranya ketajaman hati seorang Petrus  mulai terasah dalam pergaulannya sehari-hari dengan Tuhan Yesus, sang Guru. Dan jujur saja, kiranya Tuhan Bapa sendiri yang berkata-kata dalam diri Petrus sang murid ini (Mat 16: 17).   Semua orang yang bersama-sama dengan Petrus takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Sebab sepanjang malam banyak orang mencari ikan dan tidak mendapatkannya, tetapi kini mereka semua berkelimpahan ikan

'Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia', tegas Yesus kepada para muridNya. Sebuah bahasa yang konkrit disampaikan Yesus kepada mereka. Hanya apakah mereka mengerti bagaimana cara menjala manusia, apakah seperti menjala ikan; mereka tidak menanyakan sama sekali, tetapi tak dapat disangkal, sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. Mengikuti Yesus memang harus meninggalkan segala-galanya, untuk mendapatkan Segalanya.

 

 

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, semoga pengenalan kami sehari-hari denganMu melalui pendengaran kami akan InjilMu semakin hari semakin tumbuh dan berkembang, dan kami semakin siap mengikuti Engkau dengan segala keterbatasan dan kelemahan yang kami miliki. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga'.  

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening