Rabu dalam Pekan Biasa XVIII, 10 September 2014


1Kor 7: 25-31  +  Mzm 45  +  Luk 6: 20-26

 

 


Lectio :

Pada suatu hari bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.  Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.  Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.  Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.  Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.  Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.  Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu'.

 


 

Meditatio :

Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Bagaimana dengan mereka yang kaya? Apakah memang lebih baik hidup miskin tetapi mempunyai Kerajaan Allah dibanding mempunyai seluruh dunia tetapi kehilangan nyawa?  

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Kapan itu terjadi? Sekarang ini kami sudah tidak tahan dengan kelaparan yang menimpa kami. Kami ingin makan sekarang juga, sesuap nasi pun cukuplah bagi kami.

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Bagaimana kami bisa tertawa, bila kesedihan dan kesusahan ini begitu berat? Makanan atau minuman sedikit pun tidak ada pada diri kami, bagaimana kami dapat tertawa? Bersyukur pun sepertinya sulit kami lakukan. Bibir ini berat untuk terbuka sedikit pun.  

Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.  Berat kali memang mengikuti Engkau, ya Yesus. Banyak telunjuk yang terarah pada kami, sehingga kami tidak bisa berbuat apa-apa. Segala yang kami perbuat sepertinya salah semuanya. Masihkah kami harus bertahan mengikuti Engkau?  Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.  Teguhkanlah kami Tuhan, agar kami dapat bertahan dalam namaMu.

Celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.  Maafkan aku Tuhan Yesus, bila aku mudah lupa daratan dalam perjalanan hidup ini. Maafkan aku, Yesus, karena tidak ada keinginanku untuk menemui Engkau yang telah memberi dan memberkati, dalam diri sesama kami yang tidak beruntung seperti kami ini.

Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Ajarilah aku ya Yesus, untuk selalu siap berbagi rejeki dengan sesama kami; dan semoga kami semakin ingat bahwa hidup ini tidak bergantung pada makanan dan minuman, melainkan hanya pada sabda dan kehendakMu.  Ajarilah kami, ya Tuhan, untuk selalu berani berpantang, agar kami mampu mengendalikan diri, dan bukannya dikendalikan oleh anaka makanan dan minuman.

Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.  Ya Yesus, ingatkanlah kami untuk tidak mudah lupa diri, berteriak semena-mena, dan tertawa sekeras-kerasnya tanpa peduli terhadap sesama yang ada di sekitar kami.

Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu. Yesus, kasihilah aku, orang berdosa ini. Ampunilah dosa dan kesalahanku ini.

Kiranya ajakan Paulus kepada umat di Korintus ini meneguhkan kita. 'Orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu' (1Kor 7: 31). Ajakan Paulus ini bukannya hendak mengabaikan keindahan dunia dan segala isinya, atau bersikap pura-pura, melainkan benar-benar mengajak kita untuk menikmati dunia dan segala isinya ini, demikian segala karunia Tuhan, tetapi tidak tenggelam dan terikat akan kenyamanan dunia ini. Kita nikmati semuanya ini dengan penuh syukur, malah kita berani berbagi kasih dengan sesama, sebagai wujud nyata cinta kita terhadap Tuhan dan sesama.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, ajarilah kami agar semakin mengutamakan Engkau dalam hidup kami, dan terima kasih atas segala yang indah, yang Engkau berikan kepada kami, yang semuanya ini menjadi sarana bagi kami untuk memuliakan Engkau. Amin


 

 

Contemplatio :

'Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening