Rabu dalam Pekan Biasa XXII, 3 September 2014

1Kor 3: 1-9  +  Mzm 33  +  Luk 4: 38-44

 

 


Lectio :

Pada waktu itu Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.  Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.  Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. 

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."  Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.


 

 

Meditatio :

Pada waktu itu Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.  Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Apakah Simon Petrus masih berkumpul dengan keluarganya, sehingga tahu kalau ibu mertuanya lagi sakit? Apakah dia tidak mempunyai semangat seperti Matius yang meninggalkan keluarganya dan mengikuti sang Guru? Bukankah Petrus sendiri pernah berkata: 'kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?' (Mat 19: 27)? Atau hanya kebetulan saja Yesus bersama para muridNya singgah di rumah sang mertuanya? Namun tak dapat disangkal, menerima kehadiran Yesus berarti menerima keselamatan.

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.  Cepat kali berita yang mereka sampaikan dari mulut satu ke mulut lain, gethok tular (Jw); apalagi soal mukjizat! Mukjizat penyembuhan lagi!  Heboh!  Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: 'Engkau adalah Anak Allah'. Kuasa kegelapan memang lebih pandai daripada anak-anak terang dalam mengenal Allah. Namun berkebalikan sungguh faktanya: melihat Yesus mereka semua lari ketakutan, tidaklah demikian dengan anak-anak terang yang malah dating mendekat, karena kerinduan hatinya. Tetapi, lihat:   Yesus dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. Yesus melarang, karena memang Dia tidak mencari nama. Dia malah sengaja datang untuk membebaskan tawanan dari kuasa kegelapan, di mana semuanya akan memuncak,  ketika Dia ditinggikan di kayu salib.

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Banyak orang mencari Dia, dan ketika menemukan-Nya, mereka berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.  Kami membutuhkan Engkau Yesus, bukankah Engkau menghendaki agar kami hidup bahagia? Tinggallah di kampong kami saja.  Tetapi Yesus berkata kepada mereka: 'juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus'.  Adakah kepastian memang bahwa semua orang akan datang ke rumah Mertua Petrus? Betapa sulitnya menjangkau rumah itu. Mengapa Yesus tidak memberi pengumuman sebelumnya, bahwa Dia di rumah mertua Petrus hanya dua hari misalnya saja? Itulah pikiran kita semua, yang memang tak jarang selalu berseberangan dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita semua masih sering berpikir seperti Petrus.

 

 

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, ajarilah kami untuk semakin siap sedia mewartakan Injil Kerajaan Allah dalam perilaku hidup kami sehari-hari, baik di tengah keluarga dan komunitas, atau pun sewaktu kami sibuk bekerja. Amin.

 

 


Contemplatio :

'Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah di kota-kota lain juga,sebab untuk itulah Aku diutus'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening