Sabtu dalam Pekan Biasa XXII, 5 September 2014

1Kor 4: 6-15  +  Mzm 145  +  Luk 6: 1-5


 

 

Lectio :

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.  Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"  Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"  Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

 

 

 

Meditatio :

'Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?', tegur orang-orang Farisi kepada para murid Yesus yang  memetik dan menggisar dengan tangannya bulir-bulir gandum lalu memakannya. Mereka menegur, karena pada hari Sabat setiap orang tidak boleh bekerja sedikit pun. Seluruh hari harus dipersembahkan kepada Tuhan. Keras kali peraturan mereka ini. Tertulis dalam hokum Taurat. Apakah para murid yang memetik bulir gandum pada saat itu sudah dimasukan sebagai melakukan pekerjaan?  Atau mereka sekedar iseng mungkin, karena lapar. Atau memang orang-orang Farisi hanya ingin menantang Yesus saja? Sudah tidak pernah berpuasa, melanggar lagi aturan hokum Sabat.

'Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?', sahut Yesus kepada mereka. Yesus sungguh-sungguh memahami situasi. Apa yang dikatakan orang-orang Farisi sepertinya benar, bahwasannya apa yang dilakukan oleh para murid termasuk pelanggaran hokum hari Sabat. Apakah memang para murid terbiasa mencuri makanan di kebun orang? Namun kiranya bisa dimengerti, bahwa tindakan mereka itu kemungkinan besar karena mereka lapar. Mengikuti Yesus memang tidak membebaskan  seseorang dari  aneka aturan hokum alam, seperti barang siapa sudah lama tidak makan pasti lapar. Mereka yang mengikuti Yesus pun harus membayar pajak. Mengapa Yesus pun tidak membuat para murid ini bebas dari kecenderungan insani? Mengapa Yesus tidak membuat para muridNya kenyang terus, sehingga tidak sempat memetik bulir gandum pada saat itu?  Lebih dari itu semua, apakah pelanggaran terhadap aturan itu mendatangkan maut? Perbuatan para murid harus bisa dimengerti; Yesus sendiri jamainannya. Sebab, 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'. Yesus pun tidak segan-segan menegur keras para muridNya, bila mereka melawan kehendak Allah.


 

 

 

Collatio:

Mengikuti Yesus memang tidak membebaskan kita dari aneka tantangan dan tantangan. Kristus malah mengingatkan barangsiapa ingin menjadi muridKu harus menyangkal diri dan memikul salibnya. Paulus dalam suratnya yang pertama kepada umat di Korintus (4: 6-15) mengingatkan:  'Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia'. Peringatan ini menegaskan, bahwa orang-orang yang dipilih dan diutus Allah tidaklah bebas dari aneka kesulitan hidup, malah tak jarang Allah secara sengaja merendahkan mereka.

Mana yang harus kita pilih: menjadi orang-orang yang dikasihi, dipilih dan diutus oleh Kristus atau menjadi orang-orang yang tidak diperhatikan Allah? Tuhan Yesus tidak memanjakan setiap orang yang percaya dan mengikutiNya; para murid saja dibiarkan kelaparan. Kasihan.

 

 

 


Oratio :

Yesus Kristus, mengikuti Engkau memang terasa sulit dan berat, karena memang Engkau tak jarang membiarkan kami terkena hempasan hujan; kalau pun tersandung, kaki ini terasa sakit dan menyebalkan.

Yesus, ajarilah kami semakin memamahi kehendakMu, juga dalam memahami keberadaan sesama kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening