Selasa dalam Pekan Biasa XIV, 16 September 2014


1Kor 12: 12-14  +  Mzm 100  +  Luk 7: 11-17

 

 

Lectio :

Pada suatu hari Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

 

 

 

Meditatio :

Pada suatu hari Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Entah kenapa Yesus bersama para muridNya pergi ke kota itu. Apakah Yesus sedang membenarkan perkataanNya, sebab  bukankah 'di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus' (Luk 4: 34)? Namun tak dapat disangkal, Yesus tidak pergi sendirian, murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Cukup terkenal perempuan janda itu, karena banyaknya orang yang menghantar dia menguburkan anaknya. Dia bukan keluarga kaya, tetapi keberadaannya sepertinya amat diperhitungkan banyak orang. Perempuan janda itu itu cukup dikenal, sehingga Lukas relative lengkap memberikan data tentang dia.

Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: 'jangan menangis!'. Perempuan itu menangis, karena sedih tentunya.  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti. Mengapa mereka tidak menurunkan keranda itu?  Ia berkata:'hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!'.  Yesus pun tidak menyuruh anak mudah itu segera turun. Mungkin terlalu mengada-ada pertanyaan kita, tetapi baik juga dikemukan untuk mempertajam pemahaman kritis kita.  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.  Yesus begitu menanggapi kesedihan hati sang ibu, yang seperti belum merelakan kepergian anaknya. Yesus mengembalikan sang anak kepada ibunya yang memang telah mendapat kepercayaan untuk membina dan mendidiknya selama ini. Yesus begitu menaruh perhatian kepada mereka yang bersedih. Yesus mampu mengubah kematian menjadi kehidupan. Di hadapanNya, semua hidup.

Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: 'seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, Allah telah melawat umat-Nya'. Sebab semuanya itu hanya dapat dikerjakan oleh Allah, sang Empunya kehidupan. Kehidupan dan kebahagiaan, terlebih keselamatan hanya dapat dicari di dalam Allah. Bahkan Yesus senantiasa melimpahkan rahmat berkatNya kepada setiap orang, yang mana satu berbeda dengan lainnya, tetapi semuanya tetap satu tubuhNya (1Kor 12).  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kiranya melalui sabdaMu hari ini iman kami semakin diteguhkan, bahwa Engkaulah sang Empunya kehidupan, yang mampu memberikan segala yang baik kepada kami. Semoga kami yang selalu menikmati rahmat dan kasihMu ini semakin berani mempunyai hati terhadap setiap orang yang membutuhkan  kami, yakni mereka yang ada di sekitar kami.

Santo Kornelius dan Siprianus, doakanlah kami. Amin



Contemplatio:

Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: 'jangan menangis!'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening