Selasa dalam Pekan Biasa XXII, 2 September 2014


1Kor 2: 10-16  +  Mzm 145  +  Luk 4: 31-37

 

 

Lectio :

Pada waktu itu Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.  Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:  "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.  Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar."  Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

 

 

Meditatio :

Pada waktu itu Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.  Mereka berkata demikian, tentunya setelah membandingkan dengan pengajar-pengajar lainnya. Dia mengajar  'tidak seperti ahli-ahli Taurat' (Mrk 1: 22). Pengajaran yang benar memang seharusnya menampakkan kuasa, dan bukannya sekedar transfer pengetahuan yang dimiliki kepada para pendengar. Pengajaran harus membuat setiap orang lebih baik hidupnya. Pengertian baik di sini adalah semakin berkenan kepada Tuhan Allah, dan berguna bagi sesame, karena memang medantangkan kedamaian, sukacita dan kasih.

Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:  'hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'. Kehebatan Yesus benar-benar menggetarkan dunia, sampai-sampai kuasa kegelapan pun mengenalNya. Kiranya menjadi tantangan bagi kita, yakni agar kita semakin hari semakin peka akan kehebatan Tuhan kita Yesus. Bukan sekedar bangga, melainkan ikut merasakan dan mengalami bersamaNya. Mereka yang melawan saja mampu mengenalNya, apalagi kita yang menyebut diri orang-orang yang percaya dan mengikutiNya, tentunya harus lebih daripada mereka. Kita harus mengalami kehadiranNya selalu dalam setiap peristiwa hidup.  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: 'diam, keluarlah dari padanya!'.  Yesus membenarkan pertanyaan mereka. Sebab Dia datang untuk membebaskan setiap orang dari tawanan dosa dan maut, sebagaimana disampaikanNya kemarin di hadapan orang-orang Nazaret. Dia membebaskan yang tertawan, dan mengusir mereka kuasa kegelapan itu. Setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.mengapa Yesus tidak membinasakan mereka? Mengapa Yesus membiarkan mereka pergi begitu saja, dan tidak meminta mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya?  

Semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: 'alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar'.  Sekali lagi, Yesus tidak mentranfer saja segala yang diterimanya dari Bapa, melainkan dengan kuasa dan wibawa Dia menyatakan Siapakah Dia itu sebenarnya.  Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu. Tidak ada kuasa yang mampu menandingiNya.

Kiranya semua peristiwa ini juga menantang kita untuk semakin hari semakin percaya kepadaNya, dan hanya pada Dialah kita harus berani berserah diri. Kita akan semakin memahami segala karya penyelamatNya, kalau memang 'kita mempunyai pikiran Kristus' (1Kor 2: 16). Ketidakberanian kita memiliki pikiranNya, malah hanya mengandalkan pikiran dan kemampuan diri pribadi, kita akan mendapatkan teguran dan kecaman keras dari sang Guru, sebagaimana dialami Petrus (Mat 16: 23). Akibatnya, kita akan terlepas dari rahmat yang telah kita peroleh daripadaNya. Ada baiknya kalau kita semakin berani percaya dan sepikiran denganNya, bukankah  perkataan-Nya penuh kuasa. Kekaguman kita akan kuasaNya akan semakin kita nikmati, bila kita mau mengalami kehadiranNya.   

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bangga mengenal Engkau, kami kagum akan Engkau. Hanya sayangnya, kami ini masih terlalu kuat mengandalkan Engkau. Kami terlalu pede dengan segala kemampuan yang kami miliki.

Yesus, ajarilah kami semakin mengenal Engkau. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: 'alangkah hebatnya perkataan ini!'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening