Senin dalam Pekan Biasa XV 22 September 2014


Ams 3: 27-34  +  Mzm 15  +  Luk 8: 16-18

 

 

 

Lectio :

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya'.

 

 

Meditatio :

'Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya'. Kenapa begitu? Karena memang pelita itu gunanya untuk menerangi, bukan untuk menyembunyikan. Pelita memang mempunyai api tetapi juga tidak untuk membakar.  'Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan'. Perihal apa? Perihal keselamatan, yang menjadi kehendak Tuhan Allah sendiri. Allah menghendaki semua orang beroleh selamat, dan tak seorang pun binasa. Segala misteri tentang Allah akan dinyatakan, karena keselamatan itu seyogyanya adalah masuk dan menikmati realitas keselamatan di dalam Allah. Sekarang masih misteri, karena keterbatasan kita manusia dalam memahami dan mengerti kehendak Allah. Ketidakmauan seseorang menikmati keselamatan adalah enggan dan tidak maunya seseorang akan rencana Allah yang mau menyelamatkan umatNya. Realitas keselamatan Allah adalah masuknya seseorang dalam misteri Allah, dan bukan sebaliknya.

'Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar'. Mendengar apa? Mendengarkan sabda dan kehendakNya. Sebab memang hanya dengan sabda dan kehendakNya Allah menyelamatkan umatNya, bukan dengan aneka mukijizatnya, bukan dengan pelbagai anugrah dan karuniaNya. Allah akan menyelamatkan manusia hanya dalam sabda dan kehendakNya. 'Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya'. Keberanian mendengarkan sabda dan kehendakNya, dan kemudian menjabarkannya dalam hidup sehari-hari akan mendatangkan rahmat dan berkat. Terlebih-lebih rahmat dan berkat kehadiran Allah sendiri dalam diri seseorang. Keberanian seseorang mendengarkan sabda Tuhan berarti membiarkan diri orang itu dikuasai dan dipenuhi Allah. Dia memang sudah mempunyai akan semakin berkelimpahan karena Allah ada di dalam dirinya.

Kitab Amsal menunjukkan kepada kita bagaimana menjadi pelita bagi sesama, yakni tidak menunda memberi bantuan terhadap sesama, tidak merencanakan yang jahat terhadap sesama, dan jangan irihati, lalu bertindak seperti mereka yang lalim. Sebaliknya mari kita selalu berbuat baik terhadap sesama, seperti pelita, sebab kutuk Tuhan ada pada diri orang jahat, tetapi tempat kediaman orang benar selalu diberkati (Ams 3).

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar semakin berani mendengarkan dan menekuni sabdaMu, membiarkan Engkau tinggal di dalamnya dan menerapkannya dalam hidup kami, sehingga kami boleh menjadi terang bagi sesama. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening