Jumat dalam Pekan Biasa XXIX. 24 Oktober 2014


Ef 4: 1-6  +  Mzm  24 +  Luk 12: 54-59

 

 


Lectio :

Pada hari itu berkatalah Yesus kepada para muridNya: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.  Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.  Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?  Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?  Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas".

 

 

Meditatio :

'Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi; dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi',  tegas Yesus kepada orang-orang Farisi. Mereka berkata-kata soal angin dan hujan, karena memang berdasar pengalaman semata. Bukankah hujan akan selalu didahului dengan mendung gelap? Walau tak dapat disangkal ada hujan di siang bolong; dan mendung tak berarti hujan?  'Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?  Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?'. Pergaulan sehari-hari memungkinkan seseorang untuk selalu mampu memilih yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan dengan sesama adalah cermin kehidupan diri sendiri.  'Jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas'. Hendaknya kita tidak memperpanjang persoalan. Hari ini ada persoalan, hari ini juga diharapkan selesailah persoalan itu.  'Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan jangan memberi kesempatan kepada setan' (Ef 4: 26-27).

'Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu; dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:  satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,  satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,  satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua' tegas Paulus kepada umat di Efesus (4: 3-6). Kiranya kehendak Yesus di atas meneguhkan harapan Paulus untuk selalu sehati sejiwa dengan setiap orang yang merindukan keselamatan.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah agar kami mempunyai hati yang tulus dan mudah memaafkan kalau terjadi perselisihan, serta berani mengampuni mereka yang melukai kami, sehingga kami tidak dikungkung oleh sakit hati, malah sebaliknya berani hidup damai dengan sesama. Amin

 

 

Contemplatio :

'Berusahalah berdamai'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening