Jumat dalam Pekan Biasa XXVI, 3 Oktober 2014

Ayb 38: 12-21  +  Mzm 139  +  Luk 10: 13-16

 


 

Lectio :

Pada waktu itu berkatalah Yesus kepada mereka yang mendengarkanNya: "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.  Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!  Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku".

 

 

 

Meditatio :

'Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung'. Kecaman Yesus ini amatlah keras, karena memang ketidakmauan mereka untuk bertobat dan bertobat. Mereka mendapatkan aneka pemberian, pelbagai mukjizatNya pun mereka terima, tetapi mereka tidak mau bertobat dan mendekatkan diri kepada Tuhan sang Pengasih dan Penyayang. Apakah mereka semua tidak tahu, bahwa pertobatan menjadi prasyarat pertama bagi setiap orang yang ingin masuk Kerajaan Surga, sebagaimana kita renungkan selama dua hari kemarin?  'Pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu'. Itulah resiko yang harus diterima oleh orang-orang Khorazim dan Betzaida. Demikian juga, 'engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!'. Ketidakmauan bertobat, ketidakmauan mendengarkan dan melaksanakan sabda dan kehendak Tuhan, akan mendatangkan ketidaknyamanan di akhir hidup; bukan keselamatan, melainkan kebinasaan. Mereka tidak beroleh keselamatan, karena ketidakmauan mereka sendiri.

'Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku', tegas Yesus kepada para muridNya. Mereka mendapatkan wewenang yang begitu hebat, luhur dan mulia. Kehadiran para murid menjadi kehadiran sang Guru sendiri. 'Barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku'. Namun semuanya itu, kiranya menjadi perhatian kita bersama juga, bahwasanya mereka begitu presticious, bukan karena jasa dan kemauan mereka, melainkan karena kehendak sang Guru yang menghadirkan diriNya dalam diri mereka. Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang hina ini, engkau telah melakukannya bagiKu. Yesus menghadirkan diri bukan dalam diri mereka yang penuh kuasa dan wibawa, melainkan dalam diri mereka yang lemah dan terbatas.

Kiranya Paulus menyadari semuanya itu dengan mengatakan 'jika aku lemah, maka aku kuat' (2Kor 12). Paulus berkata demikian, karena dia yakin Allah berkarya dalam dirinya; 'dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna',  tegas Tuhan Allah sendiri kepadanya. Allah berkarya dalam diri setiap orang, bukan karena memperhitungkan kemampuan dan kemauan mereka, melainkan karena kehendak dan kemauan Allah. Maka baiklah, kita juga tetap berani berkata seperti Paulus, bahwa: 'aku lebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku', walau harus mengalami pelbagai tantangan dan rintangan, malahan kesusahan dan derita, sebagaimana dialami oleh Ayub (Ayb 38-39).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk selalu bertahan dalam menghadapi aneka salib kehidupan; bukannya lari daripadanya, melainkan bertahan. Sebab kami yakin, barangsiapa bertahan sampai akhir, dia akan beroleh selamat. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening