Jumat dalam Pekan Biasa XXVIII, 17 Oktober 2014


Ef 1: 11-14  +  Mzm 34  +  Luk 12: 1-7

 

 


Lectio :

Pada hari itu sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.  Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.  Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.  Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!  Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah,  bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit".

 

 

Meditatio :

'Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi', kata Yesus kepada para muridNya, yang berada di tengah-tengah kerumunan ribuan orang,  yang hendak mendengarkan pengajaranNya. Yesus berkata demikian, setelah Dia mengecam habis-habisan mereka, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, sebagaimana kita renungkan selama dua hari berturutan kemarin. Mereka benar-benar orang yang jahat, yang mencari kepuasan diri dan mengabaikan keadilan. Mereka bersikap munafik dan mengelabui mata banyak orang dengan aneka kebaikan. Apakah peringatan Yesus itu tidak didengar oleh orang-orang Farisi, yang mungkin hadir juga dalam kerumunan itu? Yesus tidak kuatir, kalaupun didengar mereka. Apakah penyataan Yesus ini tidak cukup bagi orang-orang Farisi yang mendengar untuk menjeratNya? Kalau pun mereka mendengar, mengapa mereka berdiam diri saja dan tidak menolakNya?  Mereka berdiam diri, tetapi selalu mencari alasan untuk menjerat Yesus. Itulah juga yang kondisi dengan terbangunnya koalisi-koalisi dalam hidup sosial. Mereka berteriak bersama-sama, tetapi tidaklah demikian bila berdiri seorang diri.

'Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.  Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah'. Penegasan Yesus ini berkaitan dengan kemunafikan kaum Farisi. Mereka memang orang-orang yang  pandai menyembunyikan diri dan mengelabui sesamanya. Kepandaian mereka itulah yang membuat banyak orang tetap mempercayai dan menghormati mereka. Namun Yesus meyakinkan semua orang yang mendengarkanNya, bahwa kebusukan mereka kaum Farisi kelak akan terbongkar juga. Sepandai-pandainya tupai melompat, akan jatuh juga. Kebusukan mereka akan terbongkar,  karena dari buah-buahnya mereka akan dikenal.  Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

'Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku', sambung Yesus kepada semua orang, yang disebutNya  sebagai sahabat-sahabat;  dan tentunya panggilan itu semakin bermakna, 'jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu' (Yoh 15: 14). 'Janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka'. Siapakah Dia? Tentunya sang Empunya kehidupan ini. Dialah yang berkuasa atas hidup dan mati. Hanya kepadaNyalah semua ciptaan harus berani berunduk dan taat kepadaNya, sebab hanya Allah, dan tidak ada yang lain, (Yes 45) yang harus dipuji dan disembah.

Namun begitu, dalam kuasaNya yang amat agung dan mulia, Dia begitu murah hati dan penuh kasih sayang. Kalau, burung pipit yang dijual lima ekor dua duit, dan tidak seekor pun dari padanya dilupakan Allah, maka  kamu yang lebih berharga dari pada banyak burung pipit, jangan takut, Tuhan Allah akan selalu memperhatikan dirimu, tegas Yesus meyakinkan semua orang yang mendengarNya. Sebab bukankah semenjak awal dunia, segala sesuatu diciptakan baik adanya? Dialah Tuhan yang Mahakuasa dan kekal, bukannya untuk ditakuti, malah harus berani kita dekati, karena Dia Maha Pengasih dan Penyayang.

 

 

Collatio :

Yesus hari ini mengajarkan untuk berhati-hati dengan ragi, yaitu kemunafikan orang Yahudi. Tentunya itu juga suatu peringatan bagi kita semua agar waspada, jangan menjadi munafik dengan mencari kepuasan diri sehingga mengorbankan kepentingan orang lain. Kemunafikan pada diri seseorang muncul karena adanya ketakutan yang ditutupinya. Maka dari itu Yesus mengingatkan para murid dan juga kita semua untuk tidak takut kepada manusia, tetapi hendaknya hanya takut pada Dia sang Empunya kehidupan yang berkuasa atas hidup dan mati. Janganlah kita hanya takut, tetapi hendaklah taat karena Dia begitu murah hati dan penuh kasih terhadap umatNya. Burung pipitpun tidak dilupakannya, apalagi kita ciptaan yang dikasihiNya. Seperti dikatakan oleh nabi Yesaya, bahwa Allah begitu menyayangi umatNya,

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, ajarilah kami untuk selalu taat dan setia kepadaMu, agar dalam setiap perbuatan kami mencerminkan kehadiranMu di dalamnya.

Santo Ignatius, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening