Kamis dalam Pekan Biasa XXIX, 23 Oktober 2014


Ef 3: 14-21  +  Mzm  33 +  Luk 12: 49-53

 


 

Lectio :

Pada hari itu berkatalah Yesus kepada para muridNya: "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!  Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!  Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."

 

 

Meditatio :

'Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!'. Api yang memberikan kehidupan itulah yang dimaksudkan. Api yang membuat hidup semakin hidup. Api yang menerangi semua orang, sehingga tidak ada lagi yang tersembunyi, tidak ada lagi yang tersandung dan tersesat.  'Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!'. Bukanlah baptisan Yohanes yang dimaksudkan. Baptisan yang dimaksudkan adalah kematian dan kebangkitan hidupNya sendiri. Sebagai seorang mansuia sama seperti kita kecuali dalam hal dosa, menderita dan mati adalah pengalaman pahit dan menakutkan mungkin, itu wajar. Biarlah cawan itu berlalu daripadaKu. Namun Yesus sadar, semuanya itu harus dilewati demi keselamatan seluruh umat manusia, dan itulah memang tugas perutusan yang diembanNya.

'Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya'. Damai yang dimaksudkan Yesus memang bukan soal sorak-sorai dan tepuk tangan, atau tiada konflik, semua berdiam tenang tanpa suara. Bukan! Kecenderungan insani yang amat kuat itulah yang akan membedakan dan memisahkan satu dengan lainnya. Ada banyak orang yang suka akan terang dan sukacita, ada juga yang demen kegelapan (Yoh 1), yang memang satu dengan lainnya amat berlawanan (Gal 5). Pertentangan terjadi bukan dengan mereka yang tinggal sebagai tetangga, melainkan mereka yang ada dalam satu keluarga. Pertentangan terjadi karena masing-masing orang belum mampu memahami 'betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus' sebagaimana dikatakan Paulus kepada umat di Efesus (3: 18).

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, biarlah semangat api cintakasihMu selalu berkobar di dalam hidup kami, agar kami tidak tersesat dan tetap setia memanggul salib kehidupan kami. Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang setia kepadaMu. Amin

 

 

Contemplatio :

'Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening