Kamis dalam Pekan Biasa XXVII, 9 Oktober 2014


Gal 3: 1-5  +  Mzm   +  Luk 11: 5-13

 


 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus berkata kepada para muridNya: 'jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,  sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;  masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.  Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.  Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?  Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya'.

 

 

Meditatio :

'Aku berkata kepadamu: sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya'. Hendaknya orang tidak malu meminta dan meminta, apalagi bila memang dia membutuhkan sungguh-sungguh pertolongan. Demikian juga hendaknya kita dalam setiap melambungkan doa kepada Tuhan sang Empunya kehidupan ini. Kita hendaknya tidak jemu-jemunya berdoa dan berdoa kepadaNya. Karena itu, 'mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu; karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan', tegas Yesus kepada para muridNya, yang baru saja meminta supaya diajarkan doa kepada mereka, dan juga tentunya kepada kita semua. Yesus tidak memberikan rumusan doa baku, tetapi selalu mengajarkan dan meneguhkan setiap orang untuk selalu berani berdoa dan berdoa, sembari memberikan jaminan kepada setiap orang. Suatu janji yang benar-benar memberi peneguhan kepada setiap orang yang melambungkan doa-doa permohonan kepada Allah. 

'Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?  Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!'.  Kasih Allah mengatasi segala kemampuan manusiawi. Dia mampu melakukan segala yang jauh lebih indah dan agung daripada yang diinginkan umatNya. Segala keperluaan umatNya akan dipenuhi oleh Bapa di surga, bahkan  'Ia pun akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya'.  Roh Allah Bapa sendiri pun akan diberikan kepada setiap orang yang memintanya. Bapa akan memberikan diriNya kepada setiap orang yang merindukanNya. Dia akan hadir dalam RohNya yang kudus.

 

 

Collatio :

'Apakah Ia, yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil (Gal 3: 5)?',  tegas Paulus kepada orang-orang Galatia yang memang telah menikmati kehadiran Roh Allah yang kudus. Gereja perdana telah menikmati pelbagai karunia Roh Kudus semenjak semula, di hari Pentakosta. Seluruh anggota Geraja umat Allah yang kudus adalah orang-orang kharismatik, karena memang semua orang telah beroleh kharisma atau karunia-karuniaNya. Kita semua beroleh pelbagai karuniaNya, yang satu berbeda dengan yang lain dalam karunia yang dinikmatinya, yang memang diperuntukkan untuk membangun GerejaNya yang kudus. Karunia dilimpahkan kepada kita, bukan sebatas membangun kemandirian pribadi seseorang atau komunitas, tetapi juga dalam membangun GerejaNya yang kudus.

Semua yang baik dan indah itu semakin tumbuh dan berkembang tentunya bila kita mendengarkan sabda dan melaksanakan kehendakNya, dan bukan melakukan hokum Taurat sebagaimana dikatakan Palus tadi. Yesus sendiri dalam InjilNya hari ini mengajak kita untuk berani meminta dan meminta dariapadaNya. Keberanian meminta daripadaNya adalah wujud komunikasi dengan Dia sang Empunya  kehidupan, dan bukannya mengandalkan diri dengan melakukan banyak hal sebagaimana disuratkan dalam hokum Taurat.

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, kami ini memang rajin dalam meminta dan meminta daripadaMu, tetapi kami sering tidak setia menanti jawaban dari permohonan kami. Kami ingin serba cepat. Buatlah kami menjadi orang-orang yang setia dalam berharap kepadaMu, sebab tak jarang Engkau melimpahkan segala yang baik dan indah, tetapi Engkau meminta kami untuk mengambilnya sendiri daripadaMu. Engkau tidak mau melemparkan berkatMu begitu saja di depan kami. Engkau amat menghargai kami, ya Yesus.

Yesus, teguhkanlah iman dan harapan kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening