Peringatan Malaikat Pelindung, 2 Oktober 2014


Kel 23: 20-23  +  Mzm 91  +  Mat 18: 1-5.10

 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesa………………

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka  lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga".

 

Meditatio :

'Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku', tambah Yesus. Mengapa? Karena dia harus bersikap murah hati dalam menghadapi anak kecil. Kemurahan hati yang dapat menjadi bekal bagi setiap orang untuk mendampingi dan membina anak-anak kecil; kemurahan hati mengkondisikan kita bisa bercakap-cakap dan bergaul dengan mereka. Kemurahan hati yang bagaimana? Kemurahan hati seperti Allah sendiri yang murah hati terhadap setiap orang tanpa memandang muka. Menyambut anak-anak dalam nama Yesus adalah sikap yang tepat dalam menyapa anak-anak yang memang memerlukan belaskasih dan perhatian. Maka bila  menyambut mereka itu dengan kemurahan hati, kita menyambut Kristus Tuhan sendiri, seperti juga yang pernah ditegaskan kepada kita, para muridNya: apa yang kamu lakukan untuk saudara dan saudariKu yang  paling hina ini, kamu telah melakukannya bagiKu.

'Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini, dan Aku berkata kepadamu: ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga', tegas Yesus. Seorang anak kecil pun sudah mendapatkan perlindungan seorang malaikat, karena Allah menghendaki, lagi pula seorang anak kecil adalah seorang yang lemah dan selalu membutuhkan perlindungan dan kasih sayang. 'Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan' (Kel 23: 20). Kalau Tuhan sendiri yang berkemauan menjadi anak kecil itu, maka perlawanan terhadap anak itu tidak lain dan tidak bukan adalah perlawanan terhadap Tuhan Allah sendiri.

Perlindungan dan penjagaan Tuhan juga diberikan kepada setiap orang yang berlindung dan percaya kepadaNya. Kepercayaan akan malaikat adalah kepercayaan kuno yang menyatakan secara fisik kehadiran Tuhan sang empunya kehidupan bagi setiap orang. Kehadiran malaikat adalah kehadiran Allah sendiri. 'Namaku ada di dalam dia' (Kel 20). Maria sendiri menerima kabar sukacita melalui malaikat Gabriel. Yesus sendiri setelah mengalami pencobaan di hari keempat puluh di hari puasaNya dilayani juga oleh para malaikatNya. Malaikat adalah tanda kehadiran dan perlindungan Allah yang ditampakkan secara kasat mata dan bersifat kerajaan.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, karena kemurahan hatiMu, Engkau yang mahabesar di surga mau menjadi yang terkecil dengan menjadi manusia, biarlah kamipun mampu menjadi yang terkecil bagi sesama kami, yang mencerminkan kehadiranMu di dalamnya. Amin

 

 

Contemplatio :

'Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening