Pesta Santo Lukas, Pengarang Injil, 18 Oktober 2014


2Tim 4: 10-17  +  Mzm 34  +  Luk 10: 1-9

 

 


Lectio :

Pada hari itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.  Kata-Nya kepada mereka: 'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.  Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.  Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.  Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.  Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.  Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.  Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,  dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu'.

 

 

Meditatio :

'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.  Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala', tegas Yesus kepada tujuhpuluh murid yang diutusNya mendahului pergi ke kota-kota yang hendak dikunjungiNya. Salah seorang dari mereka adalah Lukas, seorang murid yang setia. Dialah yang kemudian menuliskan Injil dan Kisah para Rasul, kisah pengalaman iman dari Gereja perdana. 'Hanya Lukas yang tinggal dengan aku' (2Tim 4: 11), kata Paulus yang merasakan kesetiaan Lukas dalam mewartakan Injiil Allah bersamanya.  Tugas yang diemban mereka amatlah berat, bagaikan anak domba ke tengah-tengah kawanan serigala; sudah bagaikan seekor domba, masih anak lagi, ke tengah kawanan sang pemakan domba. Sebuah tugas, yang sepertinya tidak mungkin dilaksanakan, tetapi itulah kemauan Tuhan Yesus sendiri. 

'Damai sejahtera bagi rumah ini'. Kekhasan orang-orang yang mewartakan sabda Tuhan: membawa damai.  'Jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya, tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu'. Damai harus selalu diwartakan kepada setiap orang, dan janganlah memperhitungkan diterima atau tidak salam itu. Bila memang ditolak, damai itu tidak akan hilang, melainkan akan kembali kepada kita yang berani menyampaikannya. Sebagaimana Kristus datang ke dunia membawa damai dan keselamatan, demikianlah setiap orang yang percaya kepadaNya harus memnajdi pewarta damai dan sukacita.

'Sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu'. Penegasan Kristus ini sungguh-sungguh menguatkan Lukas yang mempunyai kemampuan dalam pelayanan kesehatan. Setiap kali melakukan karya penyembuhan, karya dan peran utama Allah harus dinyatakan. Segala yang baik hanya berasal dari Atas. Karya penyembuhan adalah karya Allah sendiri kepada umatNya. Kiranya Injil hari ini menjadi peringatan keras bagi orang-orang yang ikutserta secara aktif dalam karya penyembuhan. Allah harus diutamakan dalam pelayanan mereka. Tak dapat disangkal, orang-orang yang sungguh sakit dan miskin ditelantarkan; mereka baru akan mendapatkan perhatian, bila memang ada orang yang menyaksikan dan memberi kesaksian. Mereka yang sakit menjadi sarana pewartaan diri, dan mendapatkan keuntungan daripadanya. Inilah keluhan mereka orang-orang kecil yang pernah terabaikan, tetapi mereka tetap selalu berani bersyukur dan bersyukur.

Kiranya Injil hari ini juga menjadi peneguhan bagi kita untuk selalu berani membawa damai secara istimewa bagi mereka yang harus berbaring karena sakit. Bersyukurlah selalu kepada Tuhan sang Empunya kehidupan yang telah memberikan kesehatan dan rejeki kepada kita. Kita bagikan senyum dan damai kepada mereka yang sakit, yang harus memanggul salib dengan berat. Kunjungan dan sapaan kepada mereka yang terbaring  memberikan peneguhan kepada mereka, supaya tetap berani berharap dan berharap kepada sang Penguasa kehidupan ini, sembari memberikan sukacita kepada mereka menyatukan sakit mereka dalam salib Tuhan. Kita tidak akan mengevaluasi pengobatan yang mereka jalani, kita tidak akan memancing mereka untuk bercerita dan bercerita akan sakit yang mereka derita. Sungguh berat dan pahit untuk bercerita terus-menerus tentang sakit mereka. Kita datang dan hanya berbagi kasih dan salam bagi mereka; dan doa bersama akan menguatkan pengharapan mereka. 'Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Hendaklah kamu saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya' (Yak 5).

Lukas adalah pewarta Injil. Dia memang mempunyai kemampuan dalam bidang kesehatan. Semua kemampuan dan anugerah yang dimilikinya, tidak menyurutkan Lukas dalam mewartakan Injil Allah. Tak ubahnya Petrus dan para murid lainnya, yang diminta menjadi penjala-penjala ikan, sebagaimana pekerjaan mereka yang terdahulu adalah penjala-penjala ikan yang handal, demikian Lukas menyebuhkan hati yang terluka oleh dosa.

 

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, kami bersyukur atas pendampinganMu selama ini, sehingga kami mampu mewartakan kasih dan sukacitaMu kepada setiap orang yang kami jumpai dan mereka juga boleh mengalami keselamatan daripadaMu.

Santo Lukas, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening