Sabtu dalam Pekan Biasa XXIX

25 Oktober 2014

Ef 4: 7-16  +  Mzm  122 +  Luk 13: 1-9

 

 

Lectio :

Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.   Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?   Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

 

 

 

Meditatio :

Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.  Mereka semua sepertinya mempersoalkan betapa besar dosa orang-orang Galilea ini sehingga darahnya dicampurkan, walau mungkin tak sengaja, dengan darah kurban persembahan. Mereka tewas seperti itu mengingat dosa-dosa yang mereka bawa.

Mendengar keluhan mereka, Yesus berkata kepada mereka: 'sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?   Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian'. Tidak ada hubungan antara kecelakaan yang mereka alami dengan dosa-dosa yang mereka miliki. Dosa berkaitan dengan relasi seseorang dengan Tuhan sang Empunya kehidupan. Kecelakaan bisa saja terjadi karena aneka persoalan, mungkin karena murni bencana alam, mungkin karena keteledoran kita manusia, mungkin karena kerusakan peralatan. Namun memeng sebaliknya, Yesus menegaskan, Allah tidak segan-segan akan menghukum orang-orang yang memang tidak mau bertobat dan bertobat. Mereka sudah diundang dengan penuh kemurahan hati, tetapi tidak mau juga datang dan kembali kepadaNya.

'Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!'. sebuah pernyataan betapa besar belaskasih Allah kepada setiap orang yang berani datang dan datang kembali kepada Allah. Allah tidak memperhitungkan dosa setiap orang yang mau berbalik kepadaNya. Pertobatan memang akan membuat sukcita yang semakin meluap dalam Kerajaan Surga. Semuanya memang terjadi hanya karena Allah adalah Cinta. Dia bagaikanan bapa yang menerima kembali anak bungsu yang pulang kembali ke rumahnya. Hari ini juga engkau bersamaKu di surga, tegas Yesus kepada seorang penyamun yang bertobat. Pertobatan mendatangkan keselamatan.

 

 

Collatio:

Apakah kita juga harus terus-menerus berani bertobat? Ya harus. Itulah kewajiban yang memang harus kita persembahkan kepada Tuhan. Itulah kewajiban yang memang wajib kita berikan kepada Allah. 'Kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,  tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran, di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala' (Ef 4: 14-15), kata Paulus yang mengingatkan kita yang telah disatukan dalam kasih Kristus. Kesetiaan kita kepada hal yang indah dan benar, kesetiaan dan ketaatan kepada warta keselamatan adalah pertobatan sejati yang mendatangkan keselamatan dalam Tuhan.

Kristus mengharapkan kita untuk selalu berani datang dan datang kepadaNya. Mari kita pergi ke rumah Tuhan, sebagaimana dikatakan pemazmur (122) meneguhkan kita untuk selalu berani memilih yang terbaik dalam hidup ini.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kasihMu yang begitu besar, yang selalu bersedia menunggu dan mengampuni kami, dampingilah kami selalu agar berani datang dan memilih yang terbaik dalam hidup kami.

Yesus, kami ini penakut; ampunilah segala kelemahan kami ini. Amin

 

 

Contemplatio :

'Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!'

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening