Sabtu dalam Pekan Biasa XXVI, 4 Oktober 2014


Ayb 42: 1-16  +  Mzm 119  +  Luk 10: 17-24

 

 


Lectio :

Pada waktu itu pulanglah ketujuh puluh murid itu dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." 

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.  Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

 

 

 

Meditatio :

Pada waktu itu pulanglah ketujuh puluh murid itu dengan gembira dan berkata: 'Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu'. Mereka bergembira, karena dapat melakukan sesuatu yang hebat dan luar biasa.  Lalu kata Yesus meneguhkan mereka: 'Aku melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit.  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu'. Semua dapat dilakukan para murid, karena mereka mendapatkan kekuatan dari sang Guru. Apakah Yesus tidak memberitahu terlebih dahulu bahwa mereka telah mendapatkan rahmat dan berkatNya sebelum tugas perutusan itu dilaksanakan, sebagaimana ditulis Markus dalam Injilnya (6: 7)?  'Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga'.   Yesus berkata demikian, supaya mereka tidak berbangga dengan karya pelayanan yang telah mereka lakukan, bahkan mereka mampu mengalahkan kuasa kegelapan, sebaliknya mereka harus semakin yakin, bahwa semuanya itu bisa terjadi karena mereka telah melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. Nama mereka telah terdaftar di surga, karena mereka telah mentaati apa yang dikehendaki Tuhan Allah sang Empunya kehidupan (Mat 18: 3).

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: 'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil'. Misteri keselamatan sepertinya tersembunyi bagi orang-orang bijak dan pandai; bukan karena kemauan Tuhan, melainkan karena mereka sendiri yang begitu mengandalkan kekuatan insani dalam memahami kehendak Allah. Mereka tidak mampu memahami kehendak Allah, karena keterbatasan insani yang mereka miliki. Sebaliknya, misteri keselamatan dapat dimengerti oleh orang-orang kecil, karena mengingatkan kelemahan diri, mereka malah membuka diri dan berserah kepada Allah. 'Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu',  tegas Yesus.

'Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu'.  Kini segala misteri keselamatan itu telah diserahkan kepada sang Anak Manusia, dan Anak Manusia menyampaikannya kepada semua orang yang berkenan kepadaNya.

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: 'berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.  Karena Aku berkata kepada kamu: banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Yesus memuji bahagia para murid, karena memang mereka adalah orang-orang kecil yang mau membuka diri kepada kehendak Tuhan, dan sekaligus kepada mereka Anak Manusia berkenan menyampaikan dan menyatakan diri. Keberkenanan Anak Manusia menyatakan diri, bukan karena mereka kudus dan layak bagiNya, melainkan sebaliknya, Anak Manusia itu sendiri mau dan rela menyatakan diri kepada mereka.

Apa yang dapat kita buat? Tentunya mari kita semakin mengimani Kristus Tuhan yangg selalu memberikan yang baik dan indah kepada kita. Kita termasuk orang-orang yang boleh melihat dan mendengar segala yang dirindukan para nabi dahulu. Kita bahkan tidak hanya melihat dan mendengar apa kata orang, melainkan dengan mata kepala sendiri kita melihat dan melihat kehadiranNya, dan dengan kedua telinga kita mendengarkan dan mendengar Allah sendiri bersabda kita. Semuanya ini dialami Ayub dan membuat dia semakin percaya bahwa Tuhan itu baik adanya (Ayb 42).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami juga seringkali menjadi sombong dan bangga dengan segala yang bisa kami lakukan, tanpa menyadari bahwa semuanya hanya bisa terjadi karena kehendakMu. Bantulah kami agar menyadari dengan rendah hati bahwa segalanya bisa terjadi dan pasti teratasi, karena Engkaulah yang mendampingi dan memampukan kami. 

Santo Fransiskus Asisi, doakanlah kami selalu. Amin

 

 

Contemplatio :

'Aku berkata kepadamu: janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening