Sabtu dalam Pekan Biasa XXVII, 11 Oktober 2014


Gal 3: 22-29  +  Mzm 105  +  Luk 11: 27-28

 


 

Lectio :

Pada suatu kali ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."  Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

 

 

Meditatio :

Pada suatu kali ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: 'berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau'.  Sebuah ucapan syukur yang penuh kejujuran dan pengharapan. Sebab bagaimana seorang ibu, yang mempunyai anak yang sukses dan mempunyai nama baik, tidak bahagia dan bergembira? Betapa bahagia ibu Orang Nazaret itu yang mempunyai Anak seorang Mesias, yang mampu melakukan banyak hal dengan penuh wibawa dan kuasa? Betapa tenang jiwa hati seorang ibu yang mempunyai seorang Anak yang selalu mengajarkan jalan Tuhan dan mampu mengadakan aneka mukjizat? Betapa bahagianya hati ibu sang Guru ini, yang mampu mengajarkan sabda dan kehendak Allah?

Namun apakah perempuan tadi juga merenungkan betapa bahagia hati ibu dari Orang Mesias ini, karena dia telah menerima Tuhan dalam hatinya kemudian dalam rahimnya? Apakah perempuan tadi merenungkan betapa bahagianya hati ibu yang telah menerima kabar sukacita dan bahwa dia adalah seorang ibu Tuhan? Apakah perempuan tadi memuji bahagia karena nilai-nilai insani yang dilihatnya dalam diri Yesus?  Sejauh mana kita juga mampu melihat sukacita sesama kita yang mengalami kehadiran Allah dalam dirinya? Mampukah kita menemukan kehadiran Tuhan dalam diri sesama kita?

'Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya', sahut Yesus. Apakah Maria bukan seorang yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya? Maria adalah seorang yang bukan saja pendengar sabda, tetapi juga pelaksana sabda. Yesus yakin akan diri sang ibuNya. Dan sungguh, ternyata ada banyak orang-orang yang bertindak demikian. Mereka adalah orang-orang yang juga berbahagia. Sebab dengan mendengarkan sabda dan melasanakannya berarti seseorang membiarkan Allah bersabda dan tinggal dalam dirinya. Orang yang sering membaca Kitab Suci dan berusaha melaksanakan adalah orang-orang yang layak berkata  di dalam diriku ada Kristus.

'Kita semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus', tegas Paulus kepada umat di Galatia (3: 27-29). Sakramen baptis menyatukan setiap orang, 'tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus'. Kebersatuan dan sukacita ini semakin dinikmati oleh setiap orang, bila memang selalu berani berkomunikasi dengan sang Pemersatu dan Penyelamat. Komunikasi itu, tidak lain dan tidak bukan, adalah dengan mendengarkan sabda dan memelihara dalam hati. Sebab hanya dalam sabdaTuhan kita mengerti apa yang menjadi kemauan dan kehendak Tuhan. Memelihara sabda Tuhan berarti membiarkan Allah sendiri tinggal dalam diri kita.

Dalam Gereja Katolik yang satu dan kudus, segala bentuk peribadatan adalah peristiwa sabda. Ketujuh sakramen, yang kita rayakan dan menjadi bekal hidup bagi setiap orang, terjadi hanya karena sabda Tuhan sendiri. Sakramen-sakramen Gereja adalah perayaan sabda yang diperdengarkan dan dijabarkannya; walau tak dapat disangkal sabda itu telah menyejarah dan terus-menerus dihadirkan. Peristiwa itu dikenangkan dan dihadirkan kembali, karena sabda itu sendiri. Sabda Allah yang menghadirkan aneka peristiwa yang menghidupkan itu, di mana Tuhan Yesus yang menghendaki untuk hadir secara nyata.

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, betapa bahagianya kami yang telah Engkau angkat kami menjadi putera-puteri Bapa di surga. Bantulah kami dengan belaskasihMu, agar kami mampu bersikap dan bertindak seperti Bapa sendiri yang memberi hujan baik kepada orang yang baik dan yang jahat.

Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang murah hati. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening