Sabtu dalam Pekan Biasa XXX, 31 Oktober 2014


Fil 1: 1-11  +  Mzm 111  +  Luk 14: 1-6



Lectio :

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?" Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Kemudian Ia berkata kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?" Mereka tidak sanggup membantah-Nya.




Meditatio :

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Mengapa Yesus datang ke situ? Apakah memang Dia diundang oleh pemimpin kaum Farisi itu? Apa maksudnya mereka mengundang Yesus? Apakah hendak menjebak Dia dengan aneka makanan? Atau memang makan bersama sebagai usaha pendamaian? Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan seksama. Mereka mengundang Yesus, tetapi mereka mengamati dengan seksama. Tidak ada usaha pendamaian memang. Bila memang ada, tentunya mereka harus bersikap ramah dan menyapa sang Guru. 

Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. Kenapa orang itu bisa menerobos kaum Farisi? Pemberani sungguh dia itu. Dalam kelemahan dan keterbatasan, tak jarang orang menjadi kuat dan berani. Benarlah yang dikatakan Paulus: jika aku lemah maka aku kuat (2 Kor 12:10b ). 

"Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?", tanya Yesus menantang ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu. Sebetulnya kesempatan inilah yang dapat digunakan orang-orang Farisi untuk melabrak Yesus, ketika mereka terjepit. Mereka itu diam semuanya. Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi dia buat bungkam, tidak hanya mereka kaum Saduki. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Yesus menyuruh orang itu segera pergi, agar tidak menjadi bahan perbantahan dari kaum Farisi. Yesus menyuruh pergi, karena Dia memang menyembuhkan orang-orang sakit dengan ikhlas hati tanpa pamrih. Yesus tidak meminta orang itu ikut bersamaNya, menjadi muridNya. Yesus bukanlah Orang pamrih. Inilah cinta. Inilah memberi tanpa syarat.

"Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?", pinta Yesus kepada mereka semua. Hari Sabat adalah hari bagi Tuhan, tetapi kiranya menantang mereka semua untuk menemukan kehadiran Tuhan dalam diri sesama. Sabat adalah hari Tuhan, tanpa menutup kemungkinan bila ada orang datang meminta bantuan kita. Gereja memberi kesempatan umatNya untuk memilih waktu yang tepat pergi ke gereja. Kita dapat memilih aneka kesempatan di hari Minggu untuk merayakan misa kudus. Janganlah kita menutup tangan bila memang ada orang meminta bantuan kita. Janganlah kita menunda-nunda memberi bantuan kepada orang lain yang menolong kita. Janganlah orang harus menghembuskan nafas terakhir, karena kita tidak mau mengulurkan tangan  mengingat kita mau pergi ke gereja. Gereja, Umat Allah yang kudus memberi kesempatan kita untuk memilih yang terbaik dalam hidup ini, tetapi tidak mengabaikan yang lain.

Mereka tidak sanggup membantah-Nya. Karena memang mereka bersalah. Mereka tak mampu menghadapi sang Kebenaran sejati. Apakah Kristus juga akan menanyakan hal itu kepada kita? Tidak! Karena memang kita bukanlah orang-orang Farisi. Kita pun telah berusaha menemukan kehadiran Tuhan dalam diri sesama kita. Kiranya kita saling mendoakan dan meneguhkan agar kita dapat selalu memilih yang terbaik dalam pergaulan sehari-hari, sehingga kita menemukan Dia yang hadir secara nyata dalam diri sesama. 'semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus' (Fil 1: 9-10).



Oratio :

Ya Yesus Kristus, mampukanlah kami untuk menomersatukan tindakan kasih diatas segala hukum dan aturan, yang menghalangi kami untuk mengasihi sesama. Dan bisa melihat kehadiranMu sendiri lewat orang-orang yang membutuhkan kami. Amin




Contemplatio :

'Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?'








Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening