Selasa dalam Pekan Biasa XXIX, 21 Oktober 2014

Ef 2: 12-22  +  Mzm  +  Luk 12: 35-38

 


 

Lectio :

Pada hari itu berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.  Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.  Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka'.

 

 

Meditatio :

'Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala', tegas Yesus. Penyataan ini menunjuk pada diri seorang yang sedang bersiap sedia berjaga di malam hari menanti kedatangan tuannya yang tidak pasti pukul berapa datang.  'Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya'. Hamba yang baik adalah dia yang selalu menyenangkan hati tuannya. Dia tahu benar apa tugasnya dan apa kewajibannya. Dia bekerja hanya untuk melayani dan menyenangkan hati sang tuannya. 'Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka'. Sukacita besar akan dinikmati oleh para hamba yang setia pada tugasnya, yakni bukannya mereka yang akan melayani sang tuannya ketika dia datang, sebaliknya tuan akan mengikat pinggang dan melayani para hambanya. Sebuah sukacita yang tak terkatakan. 

'Apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka'. Berbahagialah mereka yang dapat memenuhi tuntutan hati tuannya. Dia akan berbahagia dan berbahagia.

Apakah kita juga termasuk orang-orang yang harus selalu berikat pinggang dengan pelita bernyala? Ya, kita terlibat di dalamnya. Mengapa? Karena kita semua termasuk orang-orang yang menaruh harapan padaNya. Kita telah disatukan sebagai umatNya yang kudus,  maka kiranya perhatian hati dan budi kita selalu terarah kepadaNya. 'Kita bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,  yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.  Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kita juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh' (Ef 2: 19-22). Orang yang selalu  berjaga berarti mereka yang senantiasa menikmati kebersatuannya dengan Allah sendiri.

 

 

Oratio :

Yesus Kristus, ajarilah kami untuk selau berjaga menyambut kehadiranMu, sebab jujur saja kami juga ingin mendapatkan pelayananMu sendiri yang penuh sukacita dan murah hati. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening