Selasa dalam Pekan Biasa XXVII, 7 Oktober 2014


Gal 1: 13-24  +  Mzm 117  +  Luk 10: 38-42

 


 

Lectio :

Pada suatu ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya".

 

 

 

Meditatio :

Pada suatu ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Mulai kapan kedua perempuan ini mengenal Yesus? Sepertinya kedua perempuan ini menaruh hati kepada Yesus. Lalu ke mana Lazarus, saudara mereka, bukankah mereka bertiga ini akrab dalam pergaulannya dengan Yesus? Semenjak Yesus masuk rumah mereka, Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,  sedang Marta sibuk sekali melayani. Dua pribadi yang berbeda satu dengan lainnya. Keduanya tidak saling menegur dan mengingatkan. Relasi keluarga memang selalu saling mengadaikan satu sama lain.  Marta mendekati Yesus dan berkata: 'Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku'.  Mengapa Marta malahan menegur Yesus, yang dianggapnya tidak peduli dengan kondisi dua perempuan, yang menaruh hati padaNya? Mengapa Maria juga hanya berdiam sendiri, tidak peka dengan keadaan setempat? Begitukah ciri orang yang terlalu rajin menghadap Tuhan? Apakah memang Maria ini tidak memahami Injil yang kemarin kita renungkan, bahwa untuk masuk Kerajaan Surga setiap orang harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan menegasihi sesama seperti diri sendiri?

Tetapi Tuhan menjawabnya: 'Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya'. Yesus bukannya mengur Maria, malahan sepertinya membenarkannya, dan memperingatkan Marta. Entah bagaimana komentar Marta mendengar peringatan Yesus. Kelayakan dan kepantasan bersahabat dengan Yesus sepertinya tidak berlandaskan pada banyaknya hal yang dapat kita perbuat untuk melayani Dia, melainkan bagaimana kita menaruh perhatian kepada segala yang dikatakanNya. Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus juga menyadari keterbatasan diri dalam aneka perkara yang yang dapat diperbuatnya. Dia tidak merasa pandai seperti Teresa Yesus. Dia tidak bisa menulis. Dia tidak banyak berbuat apa-apa. Teresia hanya mengutamakan cinta kepada Dia, sang kekasih hatinya itu. Panggilanku adalah cinta. Dengan mendengarkan Yesus, sang Sabda, seseorang mendapatkan bagian yang terbaik, dan tidak dapat diambil daripadanya. Mendengarkan sabda dan meresapkanya dalam hati sepertinya bersifat kekal, tak ada kuasa yang dapat mengambilnya. Bagaikan hujan yang turun ke bumi tidak akan kembali ke langit, sebelum menumbuhkan aneka benih (Yes 55), demikian sabdaNya yang hidup dan kekal itu.

Sabda Tuhanlah yang mengubah santo Paulus, sebagaimana dicertiakan kepada orang-orang Galatia (bab 1). Walau tak dapat disangkal pengalamannya dalam berkenalan dengan Yesus, Orang Nazaret itu, sungguh luar biasa, berbeda dengan para Rasul lainnya, Paulus tetap menunjukkan kebersatuannya dengan komunitas, dengan Gereja perdana, yang telah dipercayakan Yesus kepada Petrus. GerejaNya yang kudus hanya didirikan atas dasar iman para Rasul, dan bukan orang-orang lainnya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bimbinglah kami dengan Roh KudusMu, agar kami selalu berani memilih yang terbaik bagi hidup kami. Bukannya jasa dan kepandaian kami yang dapat membuat kami setia kepadaMu, melainkan sabdaMu sendiri yang menyekamatkan kami.

Santa Maria, doakanlah kami.

 

 

Contemplatio :

'Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening