Senin dalam Pekan Biasa XXX, 27 Oktober 2014

Ef 4:32 – 5:8  +  Mzm 1  +  Luk 13: 10-17

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.  Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."  Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."   Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?  Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"  Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

 

 

 

Meditatio :

'Hai ibu, penyakitmu telah sembuh', seru Yesus kepada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.  Seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Betapa bahagianya perempuan itu. Dia kemungkinan besar ingin memohon kepada Yesus, tetapi tidak berdaya, dan dia pun sepertinya tahu bahwa pada hari itu adalah hari Sabat. Demikian juga, mengapa banyak orang yang ada di situ juga berdiam diri? Sentiment hari Sabat amat mengikat banyak orang.

'Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat', seru kepala rumah ibadat kepada banyak orang. Dia tidak berani langsung berkata-kata kepada sang Guru. Yesus yang mengenal sungguh maksud hati setiap orang langsung menyambungnya:  'hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?  Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?'.  Kemunafikan orang-orang Farisi benar-benar terungkap dengan penyataan Yesus ini. Memang mereka seringkali menaruh beban berat kepada orang lain, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuh sedikitpun. Demikian juga sekarang ini, mereka memperhatikan ternak peliharaannya, tetapi orang yang sakit dan menderita malah tidak mendapatkan belaskasih mereka. Mereka itu tidak ubahnya  membayar persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan, tetapi mengabaikan keadilan dan belaskasih. (Mat.23:23)

Waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu. Mereka malu atas kemunafikan diri, mereka berkata-kata tentang orang lain, tetapi malah sebenarnya membuka aib diri sendiri. Sebaliknya,  'semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya' Yesus telah membuat segala-galanya baik adanya; dan terlebih mereka merasa bahagia, karena mereka mendapatkan tempat dalam hati Tuhan Yesus.

 

 

 

 

Collatio:

 

'Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang' (Ef 5: 8). Itulah permintaan Paulus kepada umat di Efesus yang tentunya juga ditujukan kepada kita. Kita nikmati panggilan Tuhan sebagai anak-anak terang, dan bukannya hidup dalam kemunafikan diri, yang memang menjerumuskan orang dalam kebinasaan.

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, berilah kami keberanian untuk berkata jujur di hadapanMu dan sesama, sehingga kami mampu melihat kebenaran dan memuliakan Engkau. Amin

 

 

Contemplatio :

'Semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya'.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening