Fwd: Minggu dalam Pekan Biasa XXXIV 16 November 2014



Ams 31: 30-31  +  1Tes 5: 1-6  +  Mat 24: 14-30

Lectio :

Suatu hari Yesus bersabda: 'sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.  Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.  Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.  Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.  Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.  Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.  Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.  Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?  Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.  Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.  Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'.

Meditatio :

'Hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka'.  Baik kali orang itu; mempercayakan sebagian harta bendanya kepada para hambanya, bukan kepada para mandor, atau kepada sahabat dan kenalan, ataupun sanak saudaranya sendiri. Mereka itu adalah hamba-hamba yang beruntung.  'Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat'. Orang itu tidak membagikannya secara rata, melainkan menurut kesanggupan mereka sendiri. Mereka sudah ditawari sebelumnya, tetapi mereka menjawab sesuai dengan kesanggupan diri. Baik juga. Pergi ke mana orang itu, tidak diceritakan; demikian juga sampai kapan dia datang, tidak diketahuinya.  'Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.  Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta'.  Giat kali juga mereka itu. 'Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya'.  Entah kenapa hamba yang satu ini. Dia menjawab ya, tetapi tidak melakukannya. Dia hanya sanggup menerima satu tetapi tidak dilakukannya juga.

'Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka'. Berapa lama dia pergi tidak diceritakan. Apakah dia datang secara mendadak atau memberitahu terlebih dahulu, tidak diceritakannya juga.  'Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.  Maka kata tuannya itu kepadanya: baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'.  Mendapatkan laba sampai seratus persen adalah tanda upaya yang patut dibanggakan. Demikian juga hamba yang mendapatkan dua talenta melakukan hal yang sama.

'Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.  Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: ini, terimalah kepunyaan tuan!'. Bagaimana hamba satu ini? Dia sudah bersedia, tetapi tidak setia dengan apa yang diucapkannya.  Apakah baru kai ini dia tahu kalau tuannya jahat? Kalau sudah tahu sebelumnya, mengapa dia berujar janji kesanggupan di depan sang tuannya. Dialah gambaran seorang yang tidak setia dan tidak bertanggungjawab.  'Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?  Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.  Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu', sahut sang tuan itu yang tidak mau memperpanjang persoalan. Bukankah si hamba tadi telah bersepakat sebelumnya?   'Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Sebuah keputusan yang diberikan kepada orang-orang yang mau bertanggungjawab. Semakin seseorang berani mengembangkan segala kemampuan dan berkat yang dimilikinya, dia akan mendapatkan kelimpahan hidup. Tidaklah demikian dengan mereka yang tidak mau tahu dengan segala kemampuan dan berkat yang dimilikinya.  'Campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'. Sebuah kenyataan pahit yang diterima oleh mereka yang tidak tahu berterima kasih.

Collatio:

Kedua orang yang mendapatkan lima atau pun dua talenta adalah profil orang-orang yang bertanggungjawab, tahu apa yang harus dilakukan, tahu apa yang diujarkan dalam mulutnya. Mereka berdua sanggup menerima kepercayaan yang diterima dari tuannya. Mereka para hamba tetapi mendapatkan kepercayaan yang begitu luar biasa. Mereka melakukan kepercayaan dan pekerjaan yang diberikan oleh tuannya. Mereka sepertinya berkata: aku ini hamba yang tak berguna, aku hanya melakukan segala yang diwajibkan kepadaku (Luk 17: 10). Tidaklah demikian dengan seorang hamba yang menerima satu talenta ini. Dia menuduh tuannya dengan pelbagai tindak kejahatan yang bisa dikerjakan setiap orang. Dia tidak konsekuen dengan ucapannya sendiri. Dia tidak tahu terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Orang-orang yang tidak setia dalam hidup dan panggilan sepertinya menikmati hal yang tidak mengenakkan di akhir hidupnya. 'Campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'. Apakah memang seperti itu kelak di akhir hidupnya? Paling sedikit memberi gambaran agar kita menjadi orang-orang yang berterima kasih.

Sebagai seorang hamba memang harus selalu siap sedia akan kehadiran tuannya. Sebagai seorang yang percaya dan mengharapkan kehidupan kekal mau tidak mau siap sedia dengan kedatangan Kristus Tuhan untuk kedua kalinya yang akan membawa mahkota kehidupan. Kedatangan Kristus adalah meminta kita untuk mempertanggungjawabkan segala yang kita terima daripadaNya. Apakah Dia menuntut balik? Bukan! Kita hanya diminta mempertanggungjawabkan atas segala yang kita terima daripadaNya (Rom 14). Paulus juga mengingatkan akan kedatangan di hari yang tidak disangka-sangka, seperti pencuri di waktu malam (1Tes 5: 2). Orang yang selalu melakukan segala kepercayaan yang diberikan kepadanya tidak akan mengalami kerepotan bila sewaktu-waktu pertanggunganjawab diminta daripadanya. Dia tinggal menjabarkan segala pekerjaan yang telah dilakukannya. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang selalu berjaga-jaga (1Tes 5: 6) dalam hidupnya.

 'Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan', sebab dia sungguh-sungguh memanfaatkan segala yang diberikan kepadanya; termasuk segala kemampuan dan bahkan yang dimiliki seseorang sesungguhnya akan makin bertumbuh dan berkembang bila kita mau menggunakan, dan bahkan membagikannya kepada orang lain, yang memang akan memberi peneguhan kepadanya. Sebaliknya, 'siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Bukankah dia tidak mau dengan bakat dan berkat yang dimilikinya?

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar menjadi orang-orang yang dapat bertanggungjawab dan mampu mengembangkan segala talenta dan berkat yang ada dalam diri kami, agar kamipun dapat menikmati kelimpahan dalam hidup kami. Amin

Contemplatio :

'Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, '


Sent from my iPhone

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening