Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 November 2014


Why 7: 2-14  +  1Yoh 3: 1-3  +  Mat 5: 1-12

 

 

 

Lectio :

Pada saat itu ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.  Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:  'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.  Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.  Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.  Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga'.

 

 

Meditatio :

Para kudus dan mulia adalah mereka yang hidup bahagia. Mereka adalah orang-orang yang tinggal di surga, karena memang  'merekalah yang empunya Kerajaan Sorga'. Memang hanya mereka yang memiliki kerajaan Surga, yang tinggal dalam KerajaanNya yang kudus. Mereka menjadi orang-orang berprestrasi seperti ini karena selama ini mereka telah hidup 'miskin di hadapan Allah'.  Kalau pun mereka selama itu harus berdukacita, dan bahkan harus dianiaya oleh sebab kebenaran yang diyakininya,  sekarang ini mereka mendapatkan penghiburan.  'Mereka akan dihibur', sebagaimana dijanjikan Yesus, kini terpenuhi. 'Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba' (Why 7: 12). Mereka memang adalah orang-orang yang setia dalam memanggul salib kehidupan.

Para kudus adalah mereka yang selama 'lapar dan haus akan kebenaran'. Mereka begitu setia mempelajari dan mempelajari misteri Kerajaan Allah. Mereka mempelajari bukan hanya dengan akal budi, melainkan terlebih-lebih dengan hati. Sebab bukankah segala misteri Allah dibagikan kepada mereka kaum kecil, dan bukannya mereka yang cerdik dan pandai? Sungguh layak dan pantaslah kalau  mereka sekarang ini dipuaskan.  Mereka sekarang dipuaskan kerinduan dan kesucian hatinya, karena keberadaan mereka di surga membuat mereka  melihat Allah dengan kedua mata kepalanya sendiri.  

'Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah', kata Yesus; 'dan memang kita adalah anak-anak Allah', tegas Yohanes. 'Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya' (1Yoh 3: 2-3). Maka orang-orang kudus adalah mereka yang telah melihat Allah, yang memang semuanya itu terjadi, bukan karena jasa kita manusia, tetapi semata-mata karena kasih Allah.

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, sebab Engkau sebut kami berbahagia. Dampinilah kami dengan kasihMu agar kami mampu memanggul salib kehidupan ini, karena Engkau sendiri hadir di dalamnya.

Para orang Kudus doakanlah kami. Anin

 

 

 

Contemplatio :

 

'Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga'

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening