Jumat dalam Pekan Biasa XXXII, 14 November 2014

2Yoh 4-9  +  Mzm 119  +  Luk 17: 26-37

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus berkata-kata tentang Kerajaan Surga: 'sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.  Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.  Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.  Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.  Ingatlah akan isteri Lot!  Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.  Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.  Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.  Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

 

 

Meditatio :

'Sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.  Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.  Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya'.  Kedatangan Anak Manusia tanpa disertai tanda-tanda yang jelas; atau memang anak-anak manusia tidak mampu lagi menangkap tanda-tanda jaman yang terus datang mengalir? Apakah setiap orang harus berjaga-jaga selalu?  Ya memang setiap orang harus selalu berani berjaga-jaga, tetapi tidak seperti mereka yang berdiri di pos pengamanan, melainkan cukup dengan mengarahkan perhatian pada kehadiranNya yang inkarnatif. Sebab memang Dia hadir dan ada di tengah-tengah kita.  'Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.  Ingatlah akan isteri Lot!  Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya'.  Dia hadir dalam peristiwa sehari-hari. Isteri Lot mengalami peristiwa yang pahit dan tragis, karena dia tidak mau kehilangan aneka pengalaman hidupnya yang telah berlalu. Dia tidak mau memandang aneka persitiwa di depan sebagaimana dikehendaki Tuhan sendiri yang meminpin. Dia berat meninggalkan masa lampaunya.  'Aku berkata kepadamu: pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.  Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan'. Siapa yang diambilNya? Siapa yang diselamatkan? Tidak disebutkanNya memang.

'Di mana, Tuhan?', tanya para muridNya.  'Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar', jawab Yesus. Kita hanya dapat melihat semuanya itu telah terjadi. Kapan dan di mana kita ada tak seorang pun yang tahu, 'malaikat-malaikat pun tidak'.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar semakin menyadari dan mengyakini, bahwa tujuan utama hidup kami bukanlah pada harta duniawi, tetapi sungguh-sungguh mengarahkan hati untuk menikmati sabdaMu yang menyelamatkan. 

Para Kudus Karmel, doakanlah kami, agar dapat menikmati sukacita illahi sebagaimana Kalian nikmati sekarang ini. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya '.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening