Kamis dalam Pekan Biasa XXXI, 6 November 2014


Fil 3 : 3-8  +  Mzm 105  +  Luk 15: 1-10

 


 

 

Lectio :

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.  Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

"Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

 

 

Meditatio :

'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka', keluh orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Bagaimana Guru dari Nazaret ini? Dia itu Orang yang mempunyai nama besar, tetapi mengapa bergaul dengan para pendosa; dengan mereka para pemungut cukai yang selalu memeras dan mencelakakan? Apakah memang Guru ini mengapreasiasi cara kerja mereka? Tuhan Allah suka akan kebaikan, mengapa Dia Utusan Allah ini memberi perhatian kepada mereka para pendosa?

'Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan'. Sebuah perumpamaan yang menjawabi mengapa Dia bergaul dan menerima baik orang-orang berdosa. Dia merangkul mereka semua, karena memang mereka adalah umat yang dikasihiNya. Semua orang adalah ciptaan Allah yang dikasihi oleh sang Empunya kehidupan ini. Sapaan dan rangkulan Yesus adalah ingin memperoleh kembali mereka yang telah hilang, dan usaha untuk mendapatkan mereka kembali, bukan dengan perang dan kekerasan, melainkan dengan kasih.  'Aku berkata kepadamu: demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'. Menemukan kembali sesuatu yang telah hilang adalah suatu berkat yang tersembunyi. Demikian juga sukacita di sorga karena bertobatnya seorang yang berdosa.

Kalau seseorang berasakan gembira dengan menemukan kembali dirhamnya yang hilang, apalagi tentunya bila saudara kita kembali kepada pangkuan keluarga kita; dan itulah sukacita yang lebih meluap terjadi di dalam kerajaa Surga.

Apakah kita juga termasuk orang-orang yang pernah didatangi oleh Yesus, disapa olehNya dan makan bersama-samaNya? Mungkin lupa-lupa ingat kita, tetapi tak dapat disangkal tentunya kita telah menemukan banyak hal yang indah dan membahagiakan berkat pengenalan kita kepadaNya. Beranikah kita berkata seperti Paulus, sebagaimana disuratkannya kepada kita. Katanya: 'apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.  Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus' (Fil 3: 8-9). Keberanian berkata-kata seperti Paulus akan membuat kita untuk semakin mendekatkan diri kepadaNya.

 

 

 

 

Oratio :

 

Yesus Kristus, kami bersyukur untuk kasihMu yang begitu besar, Engkau tidak membiarkan seorangpun dari kami lepas dan hilang dari pandanganMu, kiranya kamipun semakin hari semakin mampu belajar untuk berbelas kasih terhadap sesama kami, dan juga berani menerima undanganMu sendiri. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening