Kamis dalam Pekan Biasa XXXII, 13 November 2014

Flm 7-20  +  Mzm 146  +  Luk 17: 20-25

 

 

 

Lectio :

Suatu hari atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,  juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."  Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.  Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.  Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.  Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini".

 

 

Meditatio :

'Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,  juga orang tidak dapat mengatakan: lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu'. tegas Yesus kepada orang-orang Farisi yang mempertanyakan datangNya Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah perihal rohani, dan bukannya yang terikat kasat mata. Dia bukan yang inderawi, tetapi dapat dinikmati oleh indera manusia. Dia di luar penguasaan indrawi, maka tak dapat ditangkap dan ditengarai oleh insan manusia. Bukankah  Kerajaan Allah sudah ada di antara kamu?  Keberanian menerima dan mendengarkan Yesus yang bersabda dan menyampaikan pengajaran tentang Injil Allah memungkinkan setiap orang menikmati kehadiran KerajaanNya, sebab memang Dia Yesus Tuhan adalah sang Empunya Kerajaan Surga.

'Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.  Dan orang akan berkata kepadamu: lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut'. Kamu tidak akan mampu menangkapNya, karena memang Dia mengatasi daya insani manusia. Dia itu tak ubahnya,  'sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya'. Dia seharusnya bisa diketahui dan dirasakan kehadiranNya, karena memang Dia ada, hanya saja kemampuan insani tidak mampu mengatasiNya. Namun tak dapat disangkal,  Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini, karena ketidakmampuan umat yang dikasihiNya menerimaNya. Seharusnya kemampuan insani yang amat terbatas membuat setiap orang berani percaya dan berserah diri kepadaNya, justru sebaliknya. Manusia lebih mudah mengikuti dan mengamini kemauan diri daripada kehendak Allah. Kehadiran dan penampilan Allah yang tidak sesuai dengan gambaran dan kemauan umatNya menjadi tanda perlawanan bagi orang-orang yang dikasihiNya. Beriman memang mengandaikan keberanian menerima segala hal yang tidak sesuai dengan kemauan diri sendiri.

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk makin tekun mendengar sabda dan semakin berani mendengar sabda dan menyadari kehadiranMu dalam peristiwa keseharian kami dan dalam diri sesama lewat kasih dan menikmati kehadiran kerajaanMu lewat sesama kami. Amin

 

 

 

Contemplatio :

 

'Sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu'.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening