Kamis dalam Pekan Biasa XXXIV, 20 November 2014


Why 5: 1-10  +  Mzm 149  +  Luk 19: 41-44

 

 

 

Lectio :

Suatu hari ketika Yesus telah dekat dan melihat Yerusalem, Ia menangisinya,  kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.  Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,  dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

 

 

Meditatio :

'Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu'. Seruan Yesus terhadap Yerusalem, kota raja agung, kota Daud. Yerusalem adalah kota pilihan, di situlah bait Allah berada, tetapi semuanya itu tidak dirasakan dan tidak dinikmati oleh Yerusalem; malahan di tempat inilah semua nabi dibunuh Kerajaan Allah tidak hadir di kota milik Allah, karena memang perlawanan dan penolakan mereka sendiri. 'Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau'  (Luk 13: 33-34). Menerima Allah berarti selamat, menolak kehadiranNya berarti binasa; binasa bukan karena kehendak Allah, melainkan karena di luar keselamatan hanya ada kebinasaan.  'Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,  dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain'. Inilah kehancuran Yerusalem yang akan terjadi, yang semuanya terjadi karena menolak perlindungan dan penjagaan Allah sendiri. Dia datang, tetapi tidak diindahkannya.  Yerusalem hancur, 'karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau'.

Kerarajaan Allah bukanlah soal tempat, bukan soal Yerusalem. Kerajaan Allah adalah perihal keselamatan. Kerajaan Allah malahan  perihal Anak Domba yang menjadi tebusan bagi seluruh umatNya; keberanian menerima Dia, sang Anak Domba Allah, mengkondisikan setiap orang masuk dalam persekutuan bersamaNya. 'Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi' (Why 5: 9-10). Sebuah pujian kepada sang Anak Domba yang memang adalah Pewaris takhta keselamatan Allah.

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, menerima kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup kami memang sungguh-sungguh membahagiakan. Ajarilah kami, ya Yesus, untuk semakin memahami kehendakMu, dan bukannya seperti Yerusalem yang tidak mau tahu akan kehadiranMu itu. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Yerusalem, Yerusalem, engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening