Peringatan Arwah Kaum Beriman, 2 November 2014


2Mak 12:  43-46  +  1Kor 15: 12-34  +  Yoh 6: 37-40

 

 

 

Lectio :

Pada saat itu bersabdalah Yesus:  'semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.  Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.

 

 

Meditatio :

'Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang', tegas Yesus kepada para muridNya. Semua orang yang percaya kepadaNya tidak akan dibuang, malahan akan Dia menarik semua orang untuk datang kepadaNya, yang semuanya dilakukan dari atas salibNya yang kudus (Yoh 12: 13). Sebab memang kehendak Allah adalah semua orang beroleh selamat, dan tak seorang pun binasa. 

'Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku' tegas Yesus tentang tugas perutusanNya yang tunggal itu. Dia tidak melakukan segala sesuatu seturut kehendakNya sendiri, melainkan kehendak Bapa yang mengutusNya.  'Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, pertama, supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman'. Kebangkitan adalah pintu masuk bagi setiap orang untuk menikmati keselamatan. Semua orang akan mati, karen kodratnya yang fana, tetapi kebangkitan badan dan jiwa mengarahkan setiap orang pada keselamatan abadi. Allah menghendaki setiap orang itu berada bersamaNya selalu.

Kedua, 'supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'. Kalau yang pertama, orang-orang yang menjadi pilihan Tuhan sendiri yang akan beroleh keselamatan, yakni orang-orang yang dikehendaki, yang ditentunyaNya dari semula, maka pada persyaratan kedua ini : yang beroleh keselamatan adalah mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus, bahwa memang Dia adalah Allah yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Percaya kepada Yesus mengandaikan seseorang berani berserah diri kepada Tuhan, sebab memang hanya dalam Dia ada kehidupan dan keselamatan. Dialah memang Guru dan Tuhan (Yoh 13) yang hadir di tengah-tengah umatNya.

Semua orang akan mati, karena kodratnya yang fana, tetapi kebangkitan mengarahkan setiap orang pada keselamatan abadi. Lalu apa yang dapat kita buat? Tentunya kita yang masih hidup dalam perjalanan sejarah ini harus selalu berani mengarahkan hati dan budi kita hanya kepada sang Empunya kehidupan; dan bagi mereka yang sudah meninggal baiklah kalau kita doakan, agar mereka menikmati sukacita ilahi. Bukankah kita percaya akan kebangkitan (1Kor 15), dan bukankah Kristus sendiri telah bangkit sebagai yang sulung, dan kemudian semua orang yang telah menjadi milikNya? Dan bukankah Kristus sendiri adalah kebangkitan dan hidup, dan barangsiapa percaya kepadaNya akan beroleh kehidupan (Yoh 11)? Yudas Makabe dalam Perjanjian Lama saja sudah percaya akan, kita pun malah seharusnya lebih berani peraya daripadanya; bukankah kita orang-orang yang telah menikmati rahmat kebangkitan olehNya? Kita yang masih ada dalam perjalanan di dunia ini percaya dan berharap kepada Allah sembari terus 'mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka' (2Mak 12), agar kita semua beroleh selamat. Bukankah kita ingin, agar saudara dan saudari kita yang telah meninggal juga menikmati sukacita ilahi? Keberanian kita untuk berdoa bagi mereka yang sudah meninggal  dengan bertitik tolak kepada kemurahan hati Allah yang Maha pengampun dan maharahim; dan bukankah Dia sendiri adalah Tuhan Allah atas orang hidup dan mati? Bukankah kita semua ini, baik yang masih hidup atau yang sudah mati, milik Tuhan?

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, ijinkanlah semua saudara kami yang telah meninggal dunia boleh menikmati sukacita abadi di surga, sebab kami pecaya akan kerahimanMu yang menyelamatkan. Kami pun yakin, Engkau akan mengijinkan mereka, karena Engkau menghendaki semua orang beroleh selamat.

Yesus, janganlah Engkau memperhitungkan segala dosa dan kelemahan mereka. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Bapa mau supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening