Pesta Pemberkatan Gereja Lateran, 9 November 2014


Yeh 47: 1-12  +  1Kor 3: 9-17  +  Yoh 2: 13-22

 


 

Lectio :

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.  Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.  Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.  Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."  Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."  Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."  Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"  Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.  Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

 

 

Meditatio :

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Tentunya Dia berangkat tidak seorang diri. Para murid mengikutiNya, dan juga mereka yang tertarik oleh pengajaranNya. Setiap orang Yahudi berkewajiban pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Paskah adalah hari hidup bagi bangsa Israel.  Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.  Dalam bait suci ada orang berjualan? Pasti ada kepalsuan dan penipuan. Di tempat yang suci diadakan penjualan. Melakukan sesuatu tidak pada tempatnya, selalu beraromakan penipuan yang koruptif.

Melihat semuanya itu, Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.  Pemberani sungguh Orang Nazaret ini! Benarlah yang dikatakan orang-orang Farisi: 'Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka' (Mat 22: 16). Dia mempunyai sense of belonging akan bait Allah. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: 'ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan'. Pasti ada yang tidak beres. Bukankah rumah Bapa itu digunakan hanya untuk berdoa? Bukankah bait Allah adalah tanda kehadiran Allah secara nyata, karena Allah bersemanyam di dalamnya? Dari bait Allahlah mengalir air kehidupan yang melimpah dan memberi kehidupan baru, sebagaimana digambarkan oleh nabi Yehezkiel (47: 1-12)? Bukankah bait itu suci adanya, karena memang hanya digunakan untuk berdoa dan merayakan Paskah secara istimewa?  'Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku'.  Gelora inilah yang kiranya ada pada diri Yesus.

Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: 'tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?'. Berani juga mereka melawanNya? Mereka menantang demikian, tentunya mereka mempunyai kepentingan dengan aneka penjualan di situ. Sebab seharusnyalah mereka yang menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadat sebagai tempat berdoa, dan bukannya mengijinkan. Apakah mereka mendapatkan laba juga dari penjualan hewan kurban di situ? Apakah memang mereka adalah preman terselubung dari aneka penjualan dan penukaran uang?

'Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali', tegas Yesus. tertawalah mereka semua, sebab 'empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?', kata mereka; sebab bagaimana mungkin semuanya itu terjadi. Apalah kehebatan Orang Nazaret ini. Mereka tidak tahu, dan memang Yesus pun tidak memberitahukannya, bahwa 'yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri'. Namun sebenarnya penyembahan itu terjadi 'bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem' (Yoh 4: 21-24), atau pun di bait Allah ini. 'Penyembah-penyembah benar itu akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran'.  Namun tak dapat disangkal, tubuh Kristuslah Altar, yakni sebuah tempat persembahan yang berkenan kepada Allah, di Altar itulah seluruh persembahan dilambungkan kepada Allah, dan akan selalu berkenan kepada Allah, karena Kristus sendiri AltarNya. Dia sendiri sebagai Imam yang mempersembahkan; dan Dialah satu-satunya kurban yang menyenangkan hati Allah, karena memang Dia menjadi Kurban tebusan dosa seluruh umatNya.

 

 

 

Collatio :

          Hari ini seluruh Gereja Allah yang kudus merayakan pesta basilik Lateran, sebuah gereja pertama kali yang dibangun oleh penguasa Roma di tahun 300-an. Gereja yang menyatakan kesatuan seluruh umat terpilih dalam kepemimpinan Paus, pengganti Petrus. Kristus Tuhan hanya membangun satu Gereja yang kudus, katolik dan apostolic. Dia tidak mendirikan banyak Gereja. Gereja Kristus yang benar dan sejati adalah kita semua umatNya. Paulus mengingatkan:  'tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu' (1Kor 3: 16-17). Kita semakin merasakan diri sebagai GerejaNya yang kudus, bila memang kita membiarkan Dia tinggal ditengah-tengah kita; dan kalau kita membiarkanNya, kita akan merasakan damai dan aman sentosa, sebagaimana dikatakan Mazmur 46 hari ini.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur karena kasihMu yang besar,  boleh menjadi bait bagiMu, kiranya kami dapat bertumbuh dengan subur dan berbuahkan kebaikan bagi orang lain. perbaharuilah diri kami dengan sabdaMu, dan penuhilah kami dengan RohMu yang kudus, agar kami semakin merasakan berkatMu, dan selalu siap merasakan lindunganMu. Amin.

 

 

 

 

Contemplatio :

'Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening