Rabu dalam Pekan Biasa XXXIV, 26 November 2014


Why 15: 1-4  +  Mzm 98  +  Luk 21: 12-19

 

 

 

Lectio :

Suatu hari ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu, Yesus menambahkan: 'sebelum semuanya itu kamu pun akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.  Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.  Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.  Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.  Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh  dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.  Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

 

 

Meditatio :

'Sebelum semuanya itu kamu pun akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku', tegas Yesus. Kehancuran Yerusalem memang akan segera terjadi, tetapi ternyata keberadaan para murid sendiri akan menjadi sasaran. Mereka akan dihadapkan kepada para penguasa; tetapi semuanya itu malah  'menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi'. Kesempatan untuk bersaksi bahwa mereka adalah murid-murid Tuhan, mereka adalah orang-orang yang percaya kepada kebenaran. Para murid adalah orang-orang milik Tuhan, orang-orang andalan Yesus Kristus sendiri. 'Yakinkan hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.  Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu'. Mereka diminta siap sedia menjadi saksi-saksi Kristus. Namun mereka tidak sendirian, karena Kristus sendiri yang akan melindungi dan menjaga mereka. Apa yang akan dikatakan mereka, sang Guru sendiri yang akan membantu. Mereka hanya bondo awak saja. Keberanian diri, minimal percaya diri,  adalah modal insani yang harus dimiliki para murid. Sebab segala-galanya akan dikerjakan oleh Kristus sendiri. Aku tidak takut, karena Kristus yang ada dan hidup dalam diriku (Gal 2: 20).  

'Kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu', tambah Yesus. Orang-orang dekat yang malahan menjadi lawan para murid Kristus.  'Beberapa orang di antara kamu akan dibunuh,  dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku'. Semuanya akan terjadi, dan tak bisa dihindari, karena mereka semua adalah murid Kristus Yesus. Nama murid-mutid Yesus, Guru dari Nazaret, membawa resiko yang amat hebat. Namun sekali lagi semua itu harus menjadi kesempatan bagi para murid untuk bersaksi, untuk memanggul salib, menyangkal diri dan terus mengikuti Dia. Jangan takut, sebab 'tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang'. Yesus menjaga sungguh orang-orang yang dikasihiNya, mereka yang menjadi milikNya.  'Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'. Kesetiaan menjadi syarat utama bagi setiap orang dalam mengikuti sang Kehidupan. Bukan banyak karya yang dapat kita lakukan, bukan banyak anugerah yang kita miliki, melainkan kesetiaan diri sebagai murid-murid Kristus Yesus.

Kalau para murid diminta meyakinkah diri, tidak takut kepada para penguasa, atau pun juga saudara dan saudarinya yang menyerahkan mereka, pertama karena Yesus sendiri yang akan berkata-kata dalam diri mereka, Yesus sendiri yang menjaga mereka, bahkan barangsiapa bertahan akan beroleh hidup. Kedua, mereka tidak perlu takut kepada mereka yang hanya mampu membunuh badan, tetapi 'takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!' (Luk 12: 5). Siapakah Dia? tentunya Dialah sang Empunya kehidupan. Dialah Allah yang menjadi manusia, dan bukan kepada yang lain. Benarlah pujian yang dikumandangkan kitab Wahyu hari ini:  'siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu' (15: 4).

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, mampukanlah kami agar berani untuk menjadi saksiMu, siap menyangkal diri, memikul salib dan setia mengikut Engkau, karena Engkau sendiri yang hadir dan menyertai kami. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Beberapa orang di antara kamu akan dibunuh,  dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku'.





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening