Sabtu dalam Pekan Biasa XXXI, 29 November 2014

Why 22: 1-4  +  Mzm 95  +  Luk 21: 34-36

 

 

 

Lectio :

Pada saat itu Yesus bersabda kepada para muridNya: 'jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia'.

 

 

Meditatio :

'Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi', tegas Yesus. Mengapa?  Pertama, supaya para murid, dan kita semua tentunya, tidak tenggelam dalam dunia, bahkan 'menjadi seperti dunia' (Rom 12: 2). Kita cukup menggunakan dan menikmatinya, dan 'bersahabat dengan mammon yang tidak jujur' (Luk 16: 9), dan tidak sampai tenggelam di dalamnya. Orang tidak dilarang untuk mengadakan dan mengikuti sebuah pesta kegembiraan, bahkan membuat seseorang menjadi penat dan capek. Pesta sukacita ada baiknya diadakan guna menggembirakan jiwa, tetapi menjadi kesempatan yang harus ada dan diadakan. Itu kecenderungan insani yang mengikat  jiwa manusia.

Kedua,  mengapa harus kita selalu berani berjaga adalah 'supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat, sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini'. Hari Tuhan yang bagaimana yang dimaksudkan Yesus. Apakah peristiwa berakhirnya kehidupan di dunia ini, yakni kematian? Bila kita konkritkan dengan peristiwa kematian, yang memang tidak ada orang yang tahu kapan saat itu tiba, kematian spontan datang secara mendadak, di hari yang tidak disangka-sangka,  ia menimpa semua penduduk bumi ini, tanpa memilih siapa dan siapa.  Semua orang akan mengalami peristiwa yang sama, tetapi sebaliknya semuanya itu tidak akan menakutkan, bila memang seseorang itu selalu berani berjaga dalam hidupnya. Sekali lagi, 'berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia'. Berdoa mengkondisikan seseorang selalu berbicara dengan sang Empunya kehiduapan ini. Bagaimana dia tidak mengalami sukacita, bila memang dia selalu menyambut kedatanganNya dengan penuh harapan? Dia tidak akan kaget, bila sang Anak Manusia datang, karena memang dia selalu berbincang-bincang denganNya.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, jadiknalah kami orang-orang yang kedapatan setia berjaga menantikan kedatanganMu. Kami yakin, Engkau slelau memberanikan yang terbaik dalam hidup ini. Semoga kami pun dengan setia selalu berkomunikasi denganMu setiap saat.

Santo Redemptus dan Dionisius, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening