Selasa dalam Pekan Biasa XXXI, 4 November 2014


Fil 2 : 5-11  +  Mzm 22  +  Luk 14: 15-24


 

 

 

Lectio :

Pada saat makan bersama berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.  Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.  Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.  Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.  Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.  Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.  Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."

 

 

Meditatio :

'Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah', cetus salah seorang tamu kepada Yesus. Mengapa dia mengungkapkan hal itu kepada Yesus, mengapa tidak kepada orang lain? Berbahagialah memang orang yang diundang dalam perjamuan di surga. Namun mengapa orang itu berkata demikian?

Yesus yang tahu isi hati umatNya berkata: 'Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.  Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: marilah, sebab segala sesuatu sudah siap'. Sebuah perumpamaan yang menyatakan bahwa undangan hanya diberikan kepada mereka yang dianggapNya layak dan pantas ambil bagian dalam pesta perjamuan.  'Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Ada yang karena baru membeli ladang, ada yang baru membeli lima pasang lembu kebiri,  dan ada yang baru kawin'. Semua mempunyai alasan, dan mereka semua minta dimaafkan. Mereka tidak menolak keras, tetapi benar-benar meminta maaf. Murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Sang tuannya itu memang marah, karena undangannya ditolak, tetapi bertindak keras terhadap mereka, sebaliknya ia mengundang orang-orang yang tidak diperhitungkan sebelumnya.  'Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh'. Sebuah perintah yang sulit dimengerti tentunya. Mengapa harus ada paksaan?

'Aku berkata kepadamu: tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku',  tegas Yesus. Perumpamaan ini menandakan sungguh bahwa keselamatan itu adalah kehendak Allah sendiri. Kedua, sayangnya kehendak yang diistimewakan kepada mereka yang dipilihNya tidak ditanggapinya dengan serius. Ada banyak alasan untuk menolak keselamatan yang berasal dari Tuhan. 'Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah',tetapi sayang, mengapa kalian menolakNya? Kalian sudah tahu betapa bahagianya orang yang dijamu dalam perjamuan bersamaNya, tetapi mengapa kalian menolakNya?

Mengapa banyak orang menolak undangan untuk ambil bagian dalam perjamuan? Mereka menolak, karena mereka tidak mau 'menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia' (Fil 2: 5-7). Mereka sibuk dengan aneka kegiatan pribadi, yang memang tidak mengharuskan diri merunduk sebagaimana dilakukan sang Kehidupan itu sendiri. Mengikuti undangan sang Empunya kehidupan berarti mengikuti kemauan Dia yang memang daripadaNya ada keselamatan.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, berilah kami kepekaan hati dan keteguhan iman dalam menanggapi undanganMu, untuk ikut serta dalam pesta perjamuan surgawi yang akan mendatangkan keselamatan bagi kami.

Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami.  Amin

 

 

 

Contemplatio :

 

'Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening