Selasa dalam Pekan Biasa XXXIV, 18 November 2014

Why 3: 1-6  +  Mzm 15  +  Luk 19: 1-10

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa". Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."  Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

 

Meditatio :

Suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.  Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Kenapa Zakheus begitu tertarik pada Yesus? aAa yang didengarnya tentang Orang Nazaret itu? Mengapa dia tertarik, bukankah dia sudah hidup mapan dan tidak berkekurangan?  Apakah juga dia tidak sadar diri sebagai orang yang dijauhi masyarakat, dan kini masih berani mendekatkan diri pada kerumunan banyak orang? Para pemungut cukai adalah kaum berdosa, dan selalu dijauhi masyarakat, tentunya mereka yang merasa belum membayar pajak.

Keterbatasan diri, yakni badannya yang pendek menjadi halangan tersendiri untuk melihat Orang Nazaret itu. Banyaknya orang yang berkerumun adalah suatu kenyataan yang tidak bisa dihindari dan tak boleh ditolak, tetapi sekaligus itulah yang menantang Zakheus untuk melihat Yang indah dan mulia.  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.  Kreatif juga orang pendek ini. Dia tidak kehabisan akal untuk mencari dan mencari.  Ada kemauan pasti ada jalan. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: 'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'.  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.  Betapa bahagianya Zakheus mendapatkan Tamu agung ini, bahkan Dia mampu menginap di rumahnya. Dia hanya ingin melihat bagaimana rupa Orang Nazaret ini, malahan dia mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk berjumpa, bercengkerama dan tinggal bersamaNya. Betapa gembira hati Zakheus. Dia langsung turun dari pohon. Dari mana Yesus tahu namanya? Siapa yang memberitahu? Apa Yesus juga tidak ada rencana kunjungan ke suatu tempat, sehingga merasa perlu menginap di rumah Zakheus?

Zakheus merasa gembira dan bahagia, sebaliknya  semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya:  'Ia menumpang di rumah orang berdosa'.  Bagaimana Guru besar ini? Menginap di rumah orang berdosa?   Sungguh tidak layak dan pantas, seorang Guru tinggal bersama orang-orang berdosa. Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat'. Bentuk pertobatan yang hendak dilakukan Zakheus. Apalah arti harta benda yang dimilikinya itu. Hari ini dia telah menemukan Harta Mulia yang dicari banyak orang. Dia sang Mutiara telah ditemukannya. Zakheus bukan mencari sebetulnya, dia malahan mendapatkan karunia yang begitu indah: mendapatkan kunjungan dari Sang Mulia.  

'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'. Sebuah penegasan yang diberikan Yesus kepada Zakheus dan tentunya kepada semua orang yang mendengarkanNya. Dia memang datang untuk menyelamatkan umat milik Allah, termasuk mereka yang tersesat. Anak-anak Abraham adalah mereka semua yang beroleh keselamatan, yang direncanakan Allah semenjak semula. Kunjungan ke rumah Zakheus memang sudah direncanakan jauh-jauh sebelumnya, malah secara sengaja Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Zakheus adalah sebuah profil orang-orang yang hendak diselamatkan oleh Yesus.

 

 

 

Collatio:

 

Yesus pun datang ke tengah-tengah kita umatNya. Kapan dan di mana? Tentunya Dia datang ke rumah kita masing-masing, karena memang Dia hafal di mana kita berada. 'Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku' (Why 3: 2). Sebuah penyataan tegas, bahwa Yesus yang selalu mengetuk pintu rumah hati kita. Dia tidak menjanjikan lagi, barangsiapa mengetuk pintu akan dibukakan, melainkan sebaliknya Dia sendiri yang mengetuk pintu agar kita berani membukakannya.

Ada baiknya kalau kita berani membuka pintu. Kita tinggal membuka selebar-lebarnya. Kita tidak perlu lagi memanjat pohon, dan mencari-cari Dia.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, tambahkanlah iman kami kepadaMu, agar kami semakin berani membuka pintu hati selebar-lebarnya dan membiarkan Engkau masuk dan tinggal dalam diri kami. Yesus, manete in me. Amen.

 

 

 

Contemplatio :

 

'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'.

 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening