Selasa dalam Pekan Biasa XXXIV, 25 November 2014

Why 14: 14-20  +  Mzm 96  +  Luk 21: 5-11

 

 

 

Lectio :

Suatu hari ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:  "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."  Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"  Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.  Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."  Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,  dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit".

 

 

Meditatio :

Suatu hari beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan. Tentunya amat indah dan mampu membawa banyak orang untuk berdoa. Keindahan dunia seharusnya menghantar setiapa orang kepada kemuliaan surgawi. Sebab surga adalah puncak keindahan hidup manusia. Surge adalah tujuan perjalanan hidup setiap manusia. Aneka peribadatan haruslah menghantar setiap orang pada kehadiran Allah, yang tentunya berdampak pada damai dan sukacita dalam kebersamaan hidup dengan sesama. Menanggapi mereka, berkatalah Yesus:  'apa yang kamu lihat di situ, akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan'. Sebuah penyataan yang amat mengangetkan mereka semua tentunya. Yesus mengjungkirbalikkan gambaran insani setiap orang. Bangunan itu akan hancur. Kenapa?  

'Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?', sahut para muridNya. 'Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan'. Jawab Yesus. Pertama, 'banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: akulah Dia, dan saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka'. Mereka itu bukan utusanKu, mereka adalah nabi-nabi palsu. Kamu pun juga harus waspada dan berjaga-jaga. Mereka itu tak ubahnya serigala berbulu domba. Kalian harus tetap setia pada Injil yang diwartakan semenjak semula, sebagaimana selalu dikumdangkan Paulus. Kedua,  'apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera'.  Peperangan dan pemberotakan sepertinya akan mendahului terjadinya kehancuran hebat, tetapi sebaliknya peperangan itu bukan menjadi satu-satunya tanda yang memberi kepastian terjadinya kehancuran. Kehancuran  bait Allah tidak dapat dipastikan dengan adanya peperangan dan pemberontakan. Namun begitu Yesus masih menambahkan:  'bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,  dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit'. Itulah realitas kelak di akhir jaman. Apakah semuanya ini sebagai penjabaran dari vision Yohanes yang menyatakan Anak Manusia dan para malaikatNya yang dating hendak menyabit, karena waktu menuai telah tiba (Why 14)?

Apa yang dapat kita buat? Kiranya kita tidak berhenti pada rasa kagum akan aneka bait Allah, akan bentuk-bentuk gereja yang sekarang ini menakjubkan, ketika kita memasuki rumahNya yang kudus. Kita memasuki hadiratNya yang kudus dalam takut akan Tuhan, karena memang Dia yang Mahagung dan kuasa hadir dalam rumahNya. Di tempat manakah sekarang kita berada. Dari rumahNya yang kudus itulah mengaliran sungai yang memberi kehidupan di kanan kiri segala yang tumbuh. Ketika  masuk gereja yang kudus, kita nikmati bangunan gereja itu sebagai rumah doa, tempat berjumpa dengan Dia sang Empunya kehidupan itu.

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, Engkau hadir secara nyata dalam gerejaMu yang kudus. Engkau menghadirkan diri, karena memang Engkau mau dan rela umat menjumpaiMu untuk berkata-kata, melontarkan jeritan hati, dan mendengarkan suaraMu sendiri. Semoga setiap kali memasuki rumahMu yang kudus, kami yakin bahwa Engkau memang menanti kami datang kepadaMu, dan Engkau membuka tanganMu yang penuh belaskasih itu. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

Engkau datang dalam kehadiranMu yang kudus.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening