Senin dalam Pekan Biasa XXXIV, 17 November 2014

Why 1: 1-4  +  Mzm 1  +  Luk 18: 35-43

 

 

 

Lectio :

Suatu hari waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Ketika orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?"  Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat."  Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"  Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"  Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:  "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"  Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!"  Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

 

 

Meditatio :

'Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!', teriak seorang buta kepada Yesus. Darimana dia tahu tentang Yesus, sehingga berteriak seperti itu. Bukannya dia juga baru mendengar dari banyak orang bahwa Yesuslah yang sedang lewat? Memang dia orang yang buta, tetapi kiranya telinga dan hatinya masih peka dalam mendengarkan sabda dan kehendak Tuhan. Sepertinya dia telah banyak mendengar siapakah Yesus itu, sehingga dia mampu menyebut Yesus, Anak Daud. Dia memang seorang yang buta, tetapi bukan seorang yang tuli untuk mendengar tentang Yesus Orang Nazaret ini; dan tentunya dia yakin akan nama yang disangdang olehNya: Allah menyelamatkan.

Banyak orang  menegor dia supaya ia diam, dan tidak berteriak-teriak. Teriakan orang buta ini mungkin membuat suasana semakin bising. Namun semakin keras ia berseru: 'Anak Daud, kasihanilah aku!'. Orang ini tidak mau berhenti karena adanya halangan dari luar. Dia sudah terhalang oleh kebutaan diri, dia tidak mau terhalang lagi oleh banyaknya orang untuk mendapatkan belaskasih Tuhan Yesus. Bukankah Allah itu selalu menolong semua orang yang berseru kepadaNya. Mengapa kalian melarang aku untuk meminta bantuan dan belaskasihNya?

Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Apakah Yesus berhenti, dan meminta orang buta itu datang, karena dia terus-menerus berteriak-teriak? Mengapa ketika dipanggilnya Yesus tidak langsung berhenti dan balik memanggil dia? Namun tak dapat disangkal, panggilan  dan seruan akan Allah selalu akan mendapatkan jawabanNya. Adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Ketika orang buta itu telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:  'apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?'. Mengapa Yesus bertanya seperti itu? Tidak tahukah bahwa dia, orang buta itu, membutuhkan belaskasih dan pertolonganNya? Dia yang tahu isi hati umatNya, mengapa masih harus bertanya dan bertanya?  Pertanyaan Yesus sepertinya malah memantabkan permohonan orang buta itu. Setiap orang diminta selalu teguh dalam pengharapnnya.  'Tuhan, supaya aku dapat melihat!', jawaban tegas menanggapi lontaran pertanyaan sang Empunya kehidupan.

'Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!', sahut Yesus kepadanya. Iman memang perlu terus-menerus diperbaharui. Iman sepertinya harus dipertanyakan selalu oleh Yesus.  'Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?'.  Pertanyaan ini sepertinya akan terus disampaikan Yesus kepada kita; bukannya Dia meragukan, melainkan agar kita semkain memantabkan dan menjadikan iman sungguh-sungguh sebagai pegangan hidup. 'Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!', sebuah jawaban yang diperlukan orang buta itu; dan sungguh seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, tambahkanlah iman kami kepadaMu, karena memang hanya padaMulah ada keselamatan dan hidup.

Santa Elizabet, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

 

''Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening