1 Januari 2015


HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH

Bil 6: 22-27  +  Gal 4: 4-7  +  Luk 2: 16-21

 

 

 

Lectio

Setelah mendengar kabar sukacita dari para malaikat, mereka para gembala cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

 

 

 

Meditatio

Setelah mendengar kabar sukacita dari para malaikat, mereka para gembala cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Apakah mereka ingin membuktikan kabar sukacita itu? Boleh dikatakan demikian, tetapi lebih dari itu mereka pergi ke Betlehem, karena atas permintaan para malaikat itu sendiri kepada mereka. 'Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Inilah tandanya bagimu: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan' (Luk 2: 10-12). Tidak ada kata-kata perintah memang, tetapi benar-benar berita tentang pemberitaan kabar sukacita; dan kini mereka para gembala mengamininya.  'Ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu'. Apa yang dikatakan para malaikat sungguh benar. Tidak kurang dan lebih. Dia yang adalah sang Mesias itu hanya terbungkus dalam kain lampin dan terbaring di palungan.  'Semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka'. Siapakah yang dimaksudkan dengan semua orang yang mendengarkan itu?  Adakah orang lain yang mendengarkan kabar sukacita selain para gembala? Para gembala memang adalah orang-orang pertama yang mendapatkan kabar sukcita itu, tetapi tak dapat disangkal, ada beberapa orang tentunya yang bekerja dan tidur di sekitar kandang domba itu. Mereka bukan orang-orang yang mapan hidupnya, tetapi mereka masih setaraf dengan para gembala itu. Semenjak awal kedatanganNya, Yesus memang termasuk kumpulan orang-orang berdosa, para pelahap dan peminum.

Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maria tentunya ikut bergembira menyambut kedatangan para gembala, tetapi kiranya dia semakin menyadari Siapakah Bayi kecil yang baru dilahirkan itu. Sang Buah hati yang baru dilahirkan pasti bukanlah Anak sembarangan. Dia Anak yang hebat. Akan menjadi apakah Anak ini nanti, sebab tangan Tuhan menyertaiNya, mungkin pertanyaan ini juga terlintas dalam benak Maria. Maria tidak bertanya-tanya kepada Yusuf suaminya. Mengapa tidak berbicara antar mereka? Tetapi sekali lagi Maria tidak berhenti atas ketidak tahuannya itu, Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

'Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka'. Mengapa para gembala segera pulang setelah melihat dan berjumpa dengan Anak Manusia? Mengapa mereka tidak tinggal bersamaNya?  Bukankah Yang lahir itu adalah Mesias Kristus Tuhan? Pikiran negative timbul: kalau para gembala saja tidak mau tinggal bersama sang Mesias, apalagi mereka yang sibuk menjaga toko atau bekerja di kantor?  Maklumlah!

'Ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya'. Yesus artinya Allah menyelamatkan. Sebuah nama yang mengandung tugas perutusan yang dibawa oleh Anak Manusia yang baru lahir itu. Dia menyelamatkan umat manusia, karena memang Dia hanya melaksanakan segala yang menjadi kehendak Bapa di surga, yang mengutusNya. Pemberian nama bagi sang Anak Manusia ini semakin memantabkan Maria sebagai sang ibu. Sebab hanya seorang anak yang layak  memanggil perempuan yang menyusuinya itu sang Ibu.

Lukas menyebut secara istimewa 'sebelum Ia dikandung ibu-Nya', karena memang Yesus telah lahir terlebih dahulu dalam hati sang ibu, sang Perawan Maria, sebelum dikandung dalam rahimnya. Jawaban Maria memberi kepastian bahwa Yesus telah lahir dan ada di tengah-tengah manusia dalam diri Maria; dan satu-satunya perempuan yang bisa merasakan kehadiran Allah dalam diri sanaknya itu adalah Elizabet. 'Siapakah aku ini sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku'.  Hanya orang beriman, hanya dia yang dipenuhi dengan Roh Kudus dapat menikmati kehadiran Allah (Luk 1: 41-43).

Maria hidup baru sebagai ibu Tuhan, karena ada Yesus dalam dirinya. Dia berani menatap masa depan, walau tidak jelas dan gamblang bayangan di depannya. Dia berani maju, karena Maria yakin Tuhan Allah selalu memberi yang terbaik bagi setiap umatNya. Itulah iman kepercayaannya sebagaimana dilambungkan dalam kidungnya: 'jiwaku memuliakan Tuhan,  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus; dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia' (Luk 1).

Kita pun akan siap sedia menyambut tahun baru 2015, bila memang mempunyai keyakinan teguh, bahwa Tuhan selalu melimpahkan yang baik bagi umatNya. 'TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;  TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera' (Bil 6: 24-26). Inilah kepercayaan kita. Hari ini adalah Hari Raya Maria Bunda Allah karena Maria membiarkan Allah tinggal dalam dirinya. Hari ini adalah Perdamaian sedunia, karena kita ingin dunia menjadi tempat kediaman yang nyaman, damai dan penuh sukaicta.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas segala rahmat kasihMu sepanjang tahun yang baru berlalu ini, kiranya di tahun yang baru ini kami semakin berani datang mendengarkan sabdaMu dan melakukannya. Buatlah hati kami penuh dengan damaiMu.

Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio :

'Setelah mendengar kabar sukacita dari para malaikat, mereka para gembala cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.'

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening