24 Desember 2014, Sore Menjelang Hari Raya Natal


Yes 62: 1-5  +  Kis 13: 16-25  +  Mat 1: 18-25

 

 

Lectio :

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.





Meditatio :

 

Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.  Ingat dalam Injil Lukas bahwasannya Maria juga tidak berdiam diri ketika diwartakan bahwa dirinya akan mengandung dan melahirkan seorang Anak laki-laki. Maria telah mempersoalkannya, tetapi dia berserah diri kepada kehendak Tuhan sang Empunya kehidupan.

Yusuf seorang calon suami, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Sebuah sikap yang bisa dipertanggungjawabkan, mengingat status sosial yang harus diterimanya. Namun mengapa harus diam-diam; mengapa mereka berdua tidak berembuk terlebih dahulu, bukankah dia seorang yang tulus ikhlas; dan juga bukankah Maria adalah seorang perempuan yang beriman?

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: 'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus'.  Yusuf disapa secara khusus sebagai anak Daud, bukan anak Yakub (Mat 1: 16). Diterangkannya, bahwa Maria memang mengandung, tetapi semuanya itu karena kuasa Roh Kudus, karena kehendak Allah sendiri, dan bukannya keinginan insani seorang  Maria.  'Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus'. Sebagai seorang ayah, Yusuf wajib memberi nama anak yang dilahirkan Maria, karena memang Anak itu adalah milik keluarga Yusuf yang adalah keturunan raja Daud. Dia harus dinamai Yesus,  'karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'.  Sebuah permintaan Tuhan kepada Yusuf untuk menerima kehendakNya. Tuhan Allah tidak memberikan solusi untuk mengatasi persoalan yang dihadapi, malahan meminta menerima kenyataan yang tidak dikehendakinya. Kehendak kita manusia memang tak jarang bertentangan dengan kehendak Tuhan yang menyelamatkan kita. Penamaan Yesus, tak dapat disangkal, bahwa segala yang terjadi pada Maria adalah kehendak Tuhan, dan Allah sendiri mengundang Yusuf untuk ambil bagian dalam karya penyelamatan Allah. Yesus itu Allah yang menyelamatkan. Dia yang menyelamatkan itu ada dan masuk dalam sejarah manusia, melalui keberanian seorang Yusuf. Semuanya itu akan terjadi, yakni Maria mengandung, sebagaimana dinubuatkan oleh nabi:  'sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel  yang berarti: Allah menyertai kita'.

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya. Yusuf akhirnya melakukan sebuah tindakan yang tidak diinginkannya sendiri, tetapi menjadi keinginan dan kehendak Allah sendiri.  Yusuf mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki,  dan Yusuf menamakan Dia Yesus. Yusuf melakukan semuanya itu, karena Tuhan Allah sendiri menghendaki, dan Yusuf mengamini kehendakNya. Yusuf memang seorang besar dan mulia.

Allah menjabarkan semua kehendaknya dalam diri Maria dan Yusuf, karena memang mengkonkritkan segala rencana semenjak semula, bahwa Allah itu maha pengasih dan penyayang. Allah itu amat mencintai dan memperhatikan kita umatNya. Yesaya menggambarkan cinta Allah itu bagaikan 'seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu' (Yes 62: 6).

Natal adalah peristiwa cinta. Cinta Allah kepada umatNya.

 

 

Oratio :

Ya Tuhan Yesus, sabdaMu hari ini mengajarkan kami untuk berani mengamini kehendakMu. Mampukanlah kami agar dapat melakukannya, karena seringkali kami bertindak atas kehendak kami sendiri dan bukan atas kehendakMu. Amin

 

 

Contemplatio :

'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening