Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal, 31 Desember 2014


1Yoh 2: 18-21  +   Mzm 96  +  Yoh 1: 1-18

 

 

 

Lectio :

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.  Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.  Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.  Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

 

 

Meditatio :

Pada mulanya adalah Firman, dan tidak ada yang lain. Firman itu bersama-sama dengan Allah, karena memang  Firman itu adalah Allah. Bagaimana  Ia pada mulanya tidak  bersama-sama dengan Allah, karena memang Dia adalah Allah?  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Allah itu adalah Pencipta segala sesuatu. Dia menciptakan segala sesuatu melalui FirmanNya. 'Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta' dan segala isinya (Ibr 1). Dalam Dia ada hidup, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan itu.

Hidup itu adalah terang manusia.  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Dialah Yesus Kristus. Dia itu bagaikan terang, karena dalam Dia setiap orang dapat menikmati keindahan dunia sebagaimana mestinya. 'Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah'. Hanya saja, Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Dunia yang diciptakanNya tidak mengenal Dia yang menciptakannya. Aneh memang, tapi itulah kenyataan. Sekali lagi, Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Mengapa mereka menolak dan tidak mau menerimaNya? Karena memang benar-benar menjadi seperti dunia, yang mencari kepuasan diri. Hidup mereka sangat insani.  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.  Inilah anugerah yang diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada sang Terang. Mereka yang diangkat menjadi anak-anak Allah adalah  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah;  artinya menjadi anak-anak Allah adalah sebuah anugerah hidup baru, hidup dalam kuasa Roh Allah, karena membiarkan diri dibimbing oleh Roh Allah yang hidup.

Kini, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran'. Benar, kemuliaan Allah tidak tampak dalam gemerlapan dunia dan sorak-sorai ciptaanNya; kemuliaan Allah adalah kehadiran Sang Anak Manusia yang adalah Anak Tunggal Bapa sendiri. Dia yang adalah Firman menjadi manusia. Dia tidak lagi berbicara melalui perantara, melainkan berbicara sendiri kepada umatNya. Kalau 'pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,  maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada' (Ibr 1: 1-2).

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: 'inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku'.  Yohanes benar-benar menyadari posisi dan perannya dalam sejarah keselamatan. Yohanes menyadari sungguh siapakah dirinya. 'Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.  Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu'.

 'Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus'. Mengapa? Karena memang Dialah Allah kita. Dialah sang Penyelamat, yang sungguh-sungguh Allah dan sungguh manusia. Dia tidak seperti nabi-nabi lainnya. Karena memang dalam Dia ada Bapa, dan dalam Bapa ada Dia. maka tepatnya, bila ditegaskan: 'tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya'.

'Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir', kata rasul Yohanes dalam suratnya (1Yoh 2: 16). Waktu terakhir mana yang dimaksudkannya, kita tidak banyak tahu. Namun kalau kita kenakan pada waktu akhir tahun 2014 ini, kita patut selalu bersyukur dan bersyukur kepadaNya. Ada banyak hal indah yang dapat kira rasakan dan kita nikmati. Amatlah tepat, kalau kita selalu tetap bertahan dalam jalan yang benar. Ada banyak tantangan dan rintangan, ada yang manis dan ada yang pahit, itulah hidup; dan barangsiapa bertahan sampai akhir, kiranya dia menikmati keselamatan abadi bersama sang Sabda yang telah menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah kita. Segala akan berlalu, tetapi Dia tak akan berlalu. 'Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran' (ay 21).

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami hari ini, agar dapat mengakhiri hari ini dengan penuh syukur dan terima kasih. Terima kasih,  ya Yesus, atas penyertaanMu selalu. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening