Hari Raya Natal, Dia itu Allah, 25 Desember 2014

Yes 52: 7-10  +  Ibr 1: 1-6  +  Yoh 1: 1-5.9-14

 

 

Lectio :

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.  Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.  Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.  Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

 

 

Meditatio :

Pada mulanya adalah Firman, dan tidak ada yang lain. Firman itu bersama-sama dengan Allah, karena memang  Firman itu adalah Allah. Bagaimana  Ia pada mulanya tidak  bersama-sama dengan Allah, karena memang Dia adalah Allah.  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Allah itu adalah Pencipta segala sesuatu. Dia menciptakan segala sesuatu melalui FirmanNya. 'Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta' dan segala isinya (Ibr 1). Dalam Dia ada hidup, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan itu.

Hidup itu adalah terang manusia.  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Dialah Yesus Kristus. Dia itu bagaikan terang, karena dalam Dia setiap orang dapat menikmati keindahan dunia sebagaimana mestinya. 'Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah'. Hanya saja, Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Dunia yang diciptakanNya tidak mengenal Dia yang menciptakannya. Aneh memang, tapi itulah kenyataan. Sekali lagi, Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Mengapa mereka menolak dan tidak mau menerimaNya? Karena memang benar-benar menjadi seperti dunia, yang mencari kepuasan diri. Hidup mereka sangat insani.  Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.  Inilah anugerah yang diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada sang Terang. Mereka yang diangkat menjadi anak-anak Allah adalah  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah;  artinya menjadi anak-anak Allah adalah sebuah anugerah hidup baru, hidup dalam kuasa Roh Allah, karena membiarkan diri dibimbing oleh Roh Allah yang hidup.

Kini, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran'. Benar, kemuliaan Allah tidak tampak dalam gemerlapan dunia dan sorak-sorai ciptaanNya; kemuliaan Allah adalah kehadiran Sang Anak Manusia yang adalah Anak Tunggal Bapa sendiri. Dia yang adalah Firman menjadi manusia. Dia tidak lagi berbicara melalui perantara, melainkan berbicara sendiri kepada umatNya. Kalau 'pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,  maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada' (Ibr 1: 1-2).

 

 

 

Collatio :

          Natal adalah peristiwa inkarnasi, yakni Allah menjadi manusia. Dia yang menjadikan segala sesuatu dalam FirmanNya, atau dalam SabdaNya, kini hadir sendiri secara nyata dalam diri seorang Manusia. Dialah Yesus Kristus, yang tersurat dalam Injil Sinoptik, dilahirkan dalam keluarga Yusuf dan Maria. Manusia Yesus itu bukan jadi-jadian, tetapi Dia sendiri yang adalah Allah menjadi manusia, sama seperti kita, Ia makan dan minum, dan bahkan kumpul dengan para pendosa, hanya saja Dia tidak dikuasai dosa. Yesus itu sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kehadiranMu dalam diri bayi Yesus, dan Kau angkat kami menjadi anak-anakMu yang boleh menikmati kemuliaanMu dan membawa keselamatan bagi kami. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening