Hari Raya Natal, Dia sungguh lahir, 25 Desember 2014


Yes 62: 11-12  +  Titus 3: 4-7  +  Luk 2: 15-20

 

 

Lectio :

Pada waktu itu setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.  Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

 

 

Meditatio :

'Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita'. Itulah kata para malaikat satu sama lain. Mereka menanggapi gembira kabar sukacita yang disampaikan para malaikat. Mereka pergi ke Betlehem, bukan untuk meminta bukti, melainkan untuk melihat dan merasakan kabar sukacita yang mereka dengar. Mereka bukan hanya sebagai pendengar, melainkan juga pelaksana-pelaksana kabar sukacita itu.   

Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.  Sekali lagi, Injil tidak menceritakan semarak ilahi sedikitpun yang mereka lihat ketika tiba di kandang kecil itu. Lain dengan mereka, para malaikat, yang menyampaikan kabar sukacita. Kehadiran Allah tidak tampak dalam sorak-sorai dan gemerlapan cahaya kemilau. Apa yang dikatakan para malaikat sungguh benar. Mereka hanya melihat seorang Anak Manusia yang kecil mungil dan dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di palungan. Inikah Allah yang menjadi manusia?

Ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu; dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Para gembala juga tidak memprotes kata-kata malaikat bahwa  hari ini telah lahir Kristus Tuhan, sang Juruselamat. Sebab semuanya sesuai dengan apa yang dikatakan kepada mereka. Apakah para gembala tidak mempunyai konsep tentang kemuliaan seorang Kristus? Konsep sang Raja Agung yang datang dengan penuh sorak-sorai? Bagaimana dengan nyanyian Mazmur hari ini: hendaknya langit bersukacita, dan bumi bersorak-sorai di hadapan Tuhan, karna Dia sudah datang?

Kehadiran Tuhan memang tidak bisa kita klasifikasikan dengan  gambaran dan pikiran kita. Kehadiran Tuhan harus ditampakkan dalam gemerlapan cahaya terang benderang, kehadiran Tuhan tak bisa dipastikan dengan banyaknya orang bersorak-sorai, keindahan koor yang gegap gempita, atau adanya orang yang mengumandangkan  bahasa roh dan tumbangnya banyak orang karena resting in the spirit.  Membatasi tanda-tanda lahiriah dalam kehidupan rohani tak ubahnya membatasi kehadiran Tuhan sendiri yang mahakuasa dan penuh kasih, yang sekaligus menunjukkan sempatnya pengalaman hidup rohani seseorang dalam menikmati kehadiran kasihNya. Setiap orang harus berani mengakui bahwa Dia yang mahakuasa dan kekal itu mengatasi kemampuan insani umat manusia.

Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maria bukannya tidak gembira ketika mendengarkan cerita para gembala, melainkan dengan penuh sukacita mengakui bahwa Dia memang mahakasih. Semuanya itu terjadi 'karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar  dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya' (Luk 1).

'Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka'.

                            

 

Collatio :

          Natal adalah peristiwa inkarnasi, yakni Allah yang menjadi manusia. Dia yang adalah Allah seharusnya tampil dengan kemegahan dan semarak, tetapi tampil dengan sederhana dan tiada keperkasaan. Namun berkat kelahiran dan tanda kemurahanNya itu 'Allah menyelamatkan kita, yang memang bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya,  kita dibenarkan, dan menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita' (Tit 3: 4-7). Natal memberi jaminan bagi seluruh umatNya untuk mendapatkan sukacita ilahi, sebab memang Dia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan menjadi tebusan bagi setiap orang.

          Lalu apa yang dapat kita buat? Kita syukuri hari kelahiranNya ini, hari kedatangan di tengah-tengah umatNya; dan tentunya akan semakin bisa kita nikmati Natal 2014 ini, bila pertama, kita bersyukur kepadaNya. Dia yang adalah Allah mau menjadi manusia hanya demi keselamatan kita umatNya. Hanya cinta yang membuat segalanya-galanya indah dan menarik hati. Kedua, kalau Kristus mau menjadi manusia, Dia yang adalah Allah mau merendahkan diri, demikian pula kita hendaknya mau semakin menjadi sesama bagi orang lain. Percaya kepada Kristus berarti bersikap dan bertindak seperti Dia. Dia yang membawa damai dan sukacita, demikian kita hendaknya berbagi damai dengan sesama. Ketiga, mari kita hidup sederhana, seperti Kristus sendiri yang lahir dalam kesederhanaan. Boleh kita mempunyai banyak harta dan kekayaan, tetapi hendaknya kita tidak royal dan pamer, seperti anak muda kaya yang mampu berbuat baik kepada sesama itu (Mat 19); malahan tak dapat disangkal kita berani mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan, karena dalam diri mereka ada Kristus sendiri (Mat 25).

Semoga.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur karena kasihMu yang begitu besar, Engkau mau datang dalam kesederhanaan dan menjadi penyelamat bagi kami. Kiranya kamipun semakin hari semakin berani mengikuti Engkau, untuk mengulurkan tangan bagi sesama yang membutuhkan kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Kembalilah gembala- gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan yang dikatakan kepada mereka'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening