Jumat dalam Pekan Adven II, 12 Desember 2014


Yes 48: 17-19  +  Mzm 1  +  Mat 11: 16-19

 

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:  Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.  Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya'.

 

 

 

Meditatio :

'Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:  kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung', kata Yesus kepada mereka semua. Sebuah ungkapan yang menunjukkan ketidakharmonis dalam sebuah pergaulan, tidak adanya komunikasi satu dengan lainnya, karena yang satu dengan lainnya tidak saling memberi perhatian.  'Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: ia kerasukan setan.  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa', sahut Yesus. Yesus berkata demikian, bukan berbicara tentang orang-orang di sana, tetapi tentang mereka yang mendengarkanNya. Mereka tidak mampu melihat Yohanes dan Anak Manusia menurut apa adanya. Mereka memakai kacamata hitam yang mereka miliki. Mereka memandang sesama, bukan berdasarkan realitas yang mereka lihat, melainkan dengan konsep-konsep pikiran yang ada dalam benak mereka. Mereka tidak mau melihat orang apa adanya, melainkan memandang sesamanya seturut kemauan mereka; sungguh celaka, bila konsep mereka yang mereka miliki itu negatif.  

Yohanes memang datang, ia tidak makan, dan tidak minum, tetapi ia tidak kerasukan setan. Dia adalah musuhnya setan-setan yang hendak membinasakan umat manusia. Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi besar. Tidak ada orang yang lahir sehebat dengan dia. Mereka memang tidak pernah bertanya mengapa Yohanes tidak makan dan minum? Demikian juga, Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata;  Ia malahan  sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Kenapa Yesus bersikap begitu? Mereka tidak bertanya-tanya.  Mereka semakin negatif memandang Yohanes dan Yesus, karena kedua tokoh besar ini tampil tidak sebagaimana mestinya.

'Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya'. Penolakan umat manusia, yakni orang-orang yang dikasihiNya, tidak membatalkan dan tidak mengurungkan niat Allah untuk menyelamatkan umatNya. tentunya amat baiklah kalau kita mengamini sabda dan kehendakNya. 'Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,  maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku' (Yes 48: 18-19). Itulah janji Tuhan sendiri, bila kita memang setia kepadaNya; terlebih bukankah sudah dekat waktu kedatanganNya yang kedua, yang membawa mahkota kehidupan?

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mempersiapkan diri dalam menyambut kehadiranMu dengan melaksanakan kehendakMu; dan semakin merasakan kehadiran dan karyaMu lewat sesama disekitar kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening