Jumat dalam Pekan Khusus Adven, 19 Desember 2014


Hak 13: 2-7 +  Mzm 71  +  Luk 1: 5-25

 

 

 

Lectio :

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.  Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. 

Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."



Meditatio :

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.  Bukankah mereka adalah orang-orang yang diberkati? Bukankah mereka telah banyak melakukan pelayanan altar, mengapa mereka tidak mempunyai anak? Apakah arti berkat Tuhan bagi mereka? Benarlah memang kalau anak yang adalah berkat Tuhan itu, tidak membatasi Allah untuk memberikan berkatNya yang lain bagi keluarga? Kasih Allah tidak sebatas berkatNya yang dilimpahkan kepada setiap orang.

"Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya", kata malaikat kepada Zakharia. Sebuah kabar sukacita yang membahagiakan, sebuah pemberitahuan yang memberikan jaminan untuk menikmati anugerah Ilahi. Sebuah kabar yang sekaligus menentukan tugas apa yang akan dikerjakan oleh anak yang akan dilahirkan nanti.

"Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya", tegas Zakharia kepada malaikat itu. Zakharia meragukan kabar itu; apa buktinya bahwa semua itu akan terjadi? Sungguh ajaib, dan di luar nalar sehat, sebab bukankah Elizabet telah berusia. Apa yang akan diterima oleh Zakharia seharusnya menjadi bukti nyata, tetapi Zakharia meragukan berkat yang hendak diterimanya itu, sebab janji Allah itu di luar kemampuan insani seorang manusia.

"Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu? Sesungguhnya  engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya", sahut malaikat itu. Tanda yang diberikan amatlah pahit bagi seorang Zakharia. Sebuah tanda ketidakpercayaan diri seorang Zakharia akan kehendak Tuhan Allah. Memang tidak ada gunanya menantang Allah dalam hidup ini. Apalah arti seorang ciptaan menantang sang Pencipta? Pasti kalah kita manusia, minimal kita akan mendapatkan hukuman. 

Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Seharusnya memang tidak terjadi apa yang dialami Zakharia. Ketidakpercayaan terhadap Dia yang sudah ada di depan kita, terhadap Dia sang Empunya kehidupan akan mendatangkan aneka hal yang tidak mengenakkan.

Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang".  Mengapa dia tidak menampakkan diri selama lima bulan? Adakah aturan sosial yang mengharuskan seorang perempuan yang sedang hamil tidak boleh menampilkan diri di depan khalayak umum? Apakah pernyataan Elizabet ini kurang menunjukkan rasa terima kasih yang mendalam? Sebab bukankah apa yang dinikmatinya sekarang ini hanya sebatas penghilangan aib yang dirasakan selama ini? Apakah dia membatasi kasih Tuhan itu hanya sebatas adanya keturunan dalam hidup rumah tangga?

Bagaimana pengalaman Zakharia dan Elizabet ini bila dibandingkan dengan pengalaman Manoakh dan isterinya? Mereka berdua mampu bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan segala yang baik dan indah kepada mereka (Hak 13)

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, seringkali kami tidak bersyukur atas rahmat dan anugerah yang Kau limpahkan dalam hidup kami, malahan begitu sering kami meragukan dan tidak percaya kepadaMu.

 Ampunilah kami,  ya Yesus. Amin

 

Contemplatio :

'Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening