Kamis dalam Pekan Adven I, 4 Desember 2014


Yes 26: 1-6  +  Mzm 118  +  Mat 7: 21-27

 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu  Yesus berkata kepada mereka: "bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya".

 

 

 

Meditatio :

'Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga'. Penegasan Yesus amat jelas. Bolehlah memang seseorang menyebut Tuhan, Tuhan; bukankah nama itu adalah sebuah panggilan? Bahkan seseorang dapat menyebut salah seorang temannya dengan nama yang berbeda, sebagai ledekan bagi dirinya? Masuk dalam Kerajaan Surga adalah setiap orang yang melakukan kehendak Bapa, Sang Empunya kehidupan, sebab memang sabda dan kehendak Tuhan itu baik adanya, dan menyelamatkan. 'Bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?' pelaku sabda Tuhan bukanlah sebatas pada orang-orang yang menikmati pelbagai anugerah Tuhan, karena memang anugerah Allah dapat dinikmati oleh banyak orang, bagaikan hujan yang dapat dinikmati oleh mereka, orang-orang yang baik, tetapi juga mereka, orang-orang jahat. 'Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!' (Mat 7: 22-23), karena memang orang-orang yang setia melakukan sabda dan kehendakNya tidak akan melakukan yang jahat di hadapanNya; berbeda yang hanya pendengar sabda dan penikmati anugerah-anugerahNya.

'Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.  Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya'. Sabda Tuhan juga tidak saja mengarahkan setiap orang untuk menikmati sukacita ilahi, tetapi sekarang ini juga memberi perlindungan dan kekuatan untuk menghadapi kenyataan  hidup. Sabda Tuhan adalah Pelindung dan dan Pengayom bagi hujan, badai dan terik panas kehidupan sehari-hari. Yesaya menggambarkan kepercayaan diri akan Tuhan sang empunya kehidupan itu tak ubahnya tinggal dalam bentengNya yang kudus (Yes 26), sebab memang Dialah Gunung Batu yang kekal.

Kiranya orang-orang yang mempunyai rumah yang kokoh kuat akan mampu menikmati dunia ini dengan penuh syukur, sebab rumahnya menjadi pelindung ketika dia harus bekerja dan beristirahat, sehingga pada akhirnya menghantar pada kesudahannya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, melalui sabdaMu iman kami semakin diteguhkan dan kamipun siap melakukan kehendakMu yang membawa keselamatan bagi kami dan sesama. Jadikanlah kami ini sebagai pelaksana-pelaksana sabdaMu, ya Yesus. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening