Kamis dalam Pekan Khusus Adven, 18 Desember 2014


Yer 23: 5-8  +  Mzm 72  +  Mat 1: 18-245

 

 

 

Lectio :

 

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.







Meditatio :

 

Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.  Ingat dalam Injil Lukas bahwasannya Maria juga tidak berdiam diri ketika diwartakan bahwa dirinya akan mengandung dan melahirkan seorang Anak laki-laki. Maria telah mempersoalkannya, tetapi dia berserah diri kepada kehendak Tuhan sang Empunya kehidupan.

Yusuf seorang calon suami, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Sebuah sikap yang bisa dipertanggungjawabkan, mengingat status sosial yang harus diterimanya. Namun mengapa harus diam-diam; mengapa mereka berdua tidak berembuk terlebih dahulu, bukankah dia seorang yang tulus ikhlas; dan juga bukankah Maria adalah seorang perempuan yang beriman?

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: 'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'.  Sebuah permintaan Tuhan kepada Yusuf untuk menerima kehendakNya. Tuhan Allah tidak memberikan solusi untuk mengatasi persoalan yang dihadapi, malahan meminta menerima kenyataan yang tidak dikehendakinya. Kehendak kita manusia memang tak jarang bertentangan dengan kehendak Tuhan yang menyelamatkan kita. Penamaan Yesus, tak dapat disangkal, bahwa segala yang terjadi pada Maria adalah kehendak Tuhan, dan Allah sendiri mengundang Yusuf untuk ambil bagian dalam karya penyelamatan Allah. Yesus itu Allah yang menyelamatkan. Dia yang menyelamatkan itu ada dan masuk dalam sejarah manusia, melalui keberanian seorang Yusuf. Semuanya itu akan terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 'sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. 

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya. Yusuf akhirnya melakukan sebuah tindakan yang tidak diinginkannya, tetapi menjadi keinginan dan kehendak Allah sendiri. Keberanian Yusuf memenuhi kehendak Tuhan sendiri, sebagaimana tersurat dalam kitab nabi Yeremia:  'sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN keadilan kita' (23: 5-8).





Oratio :

Ya Tuhan Yesus, mampukan kami untuk meneladani Jusuf dan Maria dalam hidup kami, yang selalu setia dalam melaksanakan sabdaMu.

Santo Yusuf, doakanlah kami,  Amin



 

Contemplatio :

'Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening