Pesta Keluarga Kudus, 28 Desember 2014

Kej 15: 1-6  +  Ibr 11: 11-19  +  Luk 2: 22-40

 

 

 

Lectio :

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, Yusuf dan Maria membawa sang Buah hati ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.  Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

 

 

Meditatio :

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, Yusuf dan Maria membawa sang Buah hati ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan. Maria dan Yusuf melakukan sesuatu yang baik, sebagai tanda ucapan syukur seorang yang percaya kepada Tuhan sang Empunya kehidupan. Ada rasa syukur dan terima kasih yang dilambungkan kepada Tuhan. Mereka tidak cukup mempersembahkan di sinagoga, di tempat di mana mereka berada, melainkan di bait Allah yang ada di Yerusalem. Semuanya itu juga dilakukan oleh keluarga berbahagia ,  sebagaimana  tertulis dalam hukum Tuhan: 'semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah'. Tuhan yang telah memberi. Tuhan yang mengambil. Terpujilah Dia selama-lamanya (Ayb ). Memang tak dapat disangkal bahwa Yesus adalah anak laki-laki sulung, dan sesudah itu Dia tidak mempunyai adik, karena memang Dia adalah anak tunggal pasutri Yusuf dan Maria, sebagaimana Anak tunggal Bapa.

Apakah yang dimaksudkan dengan menyerahkan kepada Tuhan? Menyerahkan kepada Tuhan berarti mempersembahkan kepada Tuhan , yakni dikuduskan dan diserahkan kembali kepadaNya, agar seturut rahmat dan kehendak Allah, Anak itu nanti berkarya. Penyerahan kedua orangtua Yesus adalah sebuah peneguhan terhadap hidup Kristus sendiri yang datang hanya untuk melakukan kehendak Bapa di surga, yakni Dia yang mengutusNya. Penyerahan Anak oleh Maria dan Yusuf dilakukan dengan 'mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati'. Mengapa hanya senilai itu persembahan mereka? Karena memang sebesar itulah kemampuan sosial-ekonomi yang mereka miliki. Allah tentunya tidak memperhitungkan bentuk persembahan yang mereka hunjukkan, sebab persembahan kepada Allah adalah hati yang menyesal dan remuk redam (Mzm 51).  

Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Mereka tidak tinggal di Betlehem, melainkan di Nazaret. 'Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret' (Mat 2: 23). Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Yesus tumbuh dan berkembang sebagaimana anak-anak pada lazimnya karena peranan keluarga Maria dan Yusuf. Dalam masa pembinaan dan pendewasaan, tak dapat disangkal Yesus pun pasti pernah mendapatkan teguran dan hajaran dari kedua orangtuaNya.  'Anakku, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau'. Bukankah Dia sama seperti kita? Yesus mengenal sesamaNya, Yesus mengenal Siapa, yang kepadaNya Dia harus berdoa, tentunya karena peranan Yusuf dan Maria.  Sebab 'ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu' (Luk 2), yang semuanya menunjukkan Maria dan Yusuf dengan setianya memperkenal Tuhan Allah Israel itu kepada Anak yang disayanginya.

Abraham yang mendapatkan anak di hari tuanya (Kej 21: 2) tidak mempersembahkan kepada Tuhan ketika hari pentahiran anak itu; tetapi tak dapat disangkal, Abraham malahan terang-terangan berbicara dengan anaknya yang akan dipersembahkan, sebagaimana permintaan Tuhan Allah sendiri. Tuhan yang memberi, dan Tuhanlah yang akan mengambil. Maka kalaupun Abraham harus mempersembahkan anaknya kepada Tuhan sebagaimana permintaan Tuhan Allah senditr, sebab adanya keyakinan dirinya bahwa 'Allah berkuasa membangkitkan orang sekalipun mereka sudah mati, dan dari sanalah dia akan memperolehnya kembali' (Ibr 11). Semuanya itu diperhitungkan oleh Allah sebagai kebenaran

 

 


 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, tinggallah dalam keluarga kami juga, sebagaimana Engkau pernah tinggal di keluarga Nazaret, sebab kami ingin keluarga kamipun menikmati sukacita yang berasal daripadaMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Yesus bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya'.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening