Pesta santo Fransiskus Xaverius, 3 Desember 2014


1Kor 9: 16-23  +  Mzm 117  +  Mrk 16: 15-20

 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu  Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

 

 

Meditatio :

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'. Injil harus disampaikan kepada dunia, bukan hanya kepada umat manusia yang memang menjadi ciptaan yang paling disayangiNya, melainkan juga kepada segala makhluk, ada makhluhk hidup dan mati.  'Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum'. Kepercayaan benar-benar mendapatkan nilai yang begitu mutlak dalam perjalanan hidup. Barangsiapa percaya akan diselamatkan. Bagaimana dengan mereka yang tidak percaya kepada Injil? Cukupkah kita mengatakan bahwa Injil itu adalah Sabda Allah, yang tersurat dalam aneka Kitab Suci? Bukankah memang kehendak Allah sendiri agar semua orang beroleh selamat?

'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'. Bagaimana memahami sabda Yesus ini, terlebih berhadapan dengan mereka yang haus akan aneka mukjizat? Mukjizat dan mukjizat yang ada di dalam pikiran mereka. Keselamatan itu sebatas adanya mukjizat.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

 

 

Collatio:

Sejauhmana kita menghayati perintah Yesus untuk mewartakan InjilNya yang kudus? Namanya perintah maka harus dilakukan, dan wajib hukumnya. Itulah yang disadari sungguh oleh Paulus dalam suratnya. 'Jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil' (1Kor 9). Jikalau itu perintah maka semuanya itu menjadi kewajiban, dan tidak akan menuntut balas dari setiap orang yang menjalankan perintah itu. 'Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah'. Ambil dalam karya pewartaan merupakan kebahagian tersendiri bagi Paulus.

Santo Fransiskus Xaverius adalah salah seorang yang ambil bagian dalam karya pewartaan itu, bahkan dia salah seorang yang ikut menaburkan kabar sukacita itu di bumi Indonesia. Kita pun diundang dalam karya pewartaan.

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, kiranya berkat pendampinganMu kami semakin berani dalam mewartakan kabar sukacitaMu kepada sesama di sekitar kami, sehingga merekapun boleh menikmati keselamatan daripadaMu.

Santo Fransiskus Xaverius, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening