Pesta Santo Stefanus, 26 Desember 2014

Kis 6: 8-10  +  Mzm 31  +  Mat 10: 17-22

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 

 

Meditatio :

'Waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya', tegas Yesus kepada para murid akan adanya ancaman yang siap menerkam mereka. Semua orang, siapakah mereka? Karena apa sehingga peristiwa pahit itu mengancam diri mereka?  'Karena Akulah', tegas Yesus. Karena Yesus mereka mendapatkan ancaman, karena mengikuti Anak Manusia, mereka menerima semuanya itu. 'Kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'. Yesus malahan mengajak mereka semua untuk menghadapi pelbagai ancaman itu sebagai kesempatan untuk menampilkan dan menyatakan diri, bahwa mereka adalah murid-murid Kristus. Semuanya itu menjadi kesempatan bagi para murid untuk mempertanggungjawabkan: mengapa mereka mengikuti Yesus, sang Al Masih.  

'Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu'. Semuanya menjadi kesempatan emas untuk bersaksi, apalagi tidaklah sendiri dalam kesaksian itu: Roh Allah yang hidup akan mendampingi dan menyertainya, bahkan Allah sendiri akan berkata-kata dalam diri mereka. Membiarkan diri dibimbing oleh Allah akan membuat diri setiap orang menjadi kuat dan bertangguh, dan siap menghadapi pelbagai realitas kehidupan.  'Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya; dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

'Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah'. Kata Stefanus mengomentari banyak orang yang geram mendengarkan dirinya. Mereka jengkel dan marah kepada Stefanus, karena dia selalu berkata-kata dalam nama Yesus. Dia bahkan mampu melakukan aneka banyak mukjizat. Semuanya itu  bukannya membuat mereka bangga bahwa ada di antara mereka ada orang yang mempunyai kuasa ilahi, sebaliknya mereka gelisah dan cemas, karena nama Yesus Kristus. 'Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku'. Kata-kata Yesus ini sungguh berkena pada diri Stefanus. Mendengar komentar Stefanus yang sepertinya tidak menghiraukan mereka,  maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya.  Sedang mereka melemparinya, Stefanus berdoa, katanya: 'ya Tuhan Yesus, terimalah rohku' (Kis 7: 54-59).

 

 

 

Collatio :

Stefanus adalah seorang martir pertama dalam Gereja yang memasuki Kerajaan nan mulia berkat keberanian berkata-kata tentang Yesus. Gereja merayakannya di awal pesta Natal, karena memang kedatangan Al Masih adalah untuk menjadi manusia, dan tinggal di antara umatNya. Dia lahir menjadi manusia, agar setiap orang mampu dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah; dan Stefanus menikmatinya guna menikmati mahkota kemartiran.

Apakah Stefanus adalah orang kedua yang menikmati sukacita ilahi setelah Maria Bunda Perawan? Bukankah Maria adalah orang pertama yang menikmati sukacita ilahi? Adakah orang lain yang menerima mahkota kemuliaan surgawi sebagaimana dialami oleh Stefanus, yang memang diterimanya bersamaan dengannya?

'Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'. Sejauhmana kita dapat memahami sabda Yesus ini bahwa setiap orang yang bertahan akan selamat? Bukankah kesetiaan Stefanus berakhir dengan sebuah kematian? Benar memang. Namun tak dapat disangkal, Stefanus harus mati untuk menerima mahkota kemartiran yang amat luhur dan mulia. Secara inderawi dia memang mati dibunuh, tetapi dia berani menerima semuanya itu karena dia tahu memilih yang terbaik bagi hidupnya dan berkenan kepada sang Empunya kehidupan. Hidup Stefanus adalah sebuah pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Sebagaimana Yesus Kristus harus memanggul salib kehidupan untuk mencapai kemuliaan, demikianlah Stefanus dengan setia ikut memanggul salib bersama sang Guru abadi.

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, dampingi dan bimbinglah kami agar semakin kuat dalam perbagai tantangan untuk tetap mewartakan sabdaMu dan berani bukan hanya di saat mengalami tantangan berat tetapi teristimewa di tengah kehidupan kami sehari-hari.

Santo Stefanus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.'

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening