Pesta Santo Yohanes, 27 Desember 2014


1Yoh 1: 1-4  +  Mzm 97  +  Yoh 20: 2-8

 

 

 

Lectio :

Pagi-pagi itu juga, Maria Magdala berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."  Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.  Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.  Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

 

 

Meditatio :

'Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya'. Siapakah murid yang lain itu? Banyak orang memastikan bahwa dia adalah Yohanes, yang memang seorang murid yang mempunyai pengalaman relatif tinggi dibanding dengan para murid lainnya. Setelah dia melihat kenyataan bahwa jenazah Yesus tidak ada lagi di situ, dan keadaan kubur tertata rapi, maka Yohanes mengambil kesimpulan bahwa memang Dia, Yesus, bangkit, seperti yang sudah dikatakanNya. Kesimpulan ini belumlah sempat diambil oleh Petrus, yang lebih berusia dalam hidup dan menjadi orang pertama yang masuk dalam kubur.  'Kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung'  Belum memampukan Petrus  menyimpulkan semuanya itu, sebaliknya Yohanes ketika masuk dalam kubur, dia dibuatnya percaya dengan segala yang terjadi.

'Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali' (Yoh 2: 19); dan memang  'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit' (Mrk 9: 31). Kata-kata inilah yang kiranya diingat oleh Yohanes dan dipercayainya, dan sekarang mendapatkan peneguhan ketika dia memasuki tempat di mana Yesus dibaringkan. Kuburan adalah sebuah tempat yang lebih sederhana dan dijauhi oleh banyak orang, walau pasti akan dinikmatinya; sebuah tempat yang memang lebih hina daripada palungan, tempat yang pernah juga menjadi pembaringan sang al Masih ketika tiba pertama kalinya di dunia ini. Dua-duanya adalah tempat yang hina dan sederhana, yang digunakan ketika Dia datang dan ketika Dia pergi. Satu-satunya yang sama adalah kain yang dipakai untuk membungkus tubuh Yesus. Ketika lahir, kain itu disebut kain lampin, tetapi ketika Dia meninggal, kain itu disebut kain kafan. Sehelai kain putih lambang kesederhanaan dan keterbatasan hidup.

Yohanes memang adalah orang pertama yang percaya akan kebangkitan Anak Manusia. Apa yang dilihatnya dalam peristiwa kebangkitan hanya memberi kepastian kepadad irinya, bahwa segala yang dipercayainya itu sungguh benar. Kepercayaan mendahului pembuktian yang diberikan oleh sang Penyelamat itu sendiri.

Kalau Stefanus adalah seorang yang menerima mahkota kemartiran  untuk pertama kalinya, lalu mahkota apa yang dinikmati oleh Yohanes, sang murid yang dikasihi ini? Tentunya tak dapat disangkal mahkota keselamatan yang kita rindukan, yang kelak akan kita terima di akhir jaman ketika Dia datang kembali untuk kedua kalinya. Yohanes pun membagikan pengalamannya yang indah itu kepada kita semua, sebagaimana dituliskan dalam suratnya kepada kita: 'apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup,  itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami'  (1Yoh 1: 1-2).

 

 

 

 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, perteguh iman kami akan kebangkitanMu yang membawa keselamatan bagi kami, sehingga kamipun siap membagikannya kepada sesama agar semakin banyak orang dapat mengalami kehadiranMu dalam hidupnya dan diselamatkan.

Santo Yohanes, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening