Sabtu dalam Pekan Adven I, 6 Desember 2014


Yes 30: 19-26  +  Mzm 147  +  Mat 9:35 – 10:1.6-8

 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu  Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu".

Lalu Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.  Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma".

 

 

 

Meditatio :

Pada waktu itu  Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Pewartaan Injil Kerajaan Allah dengan penyembuhan orang sakit sepertinya dijadikan satu, mengingat pandangan pada waktu itu sakit adalah akibat dari suatu dosa, yang memang mengikat manusia. Penerima sabda Allah berarti pembebasan diri seseorang dari kuasa kegelapan,  dan dia menikmati kesembuhan yang adalah pemberian Allah sendiri. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya:  'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Mengapa Yesus meminta kepada para murid untuk mengirim pekerja-pekerja ke tuaian? Bukankah Dia sendiri sang Empunya tuaian, dan Dia pula sang Empunyap pekerja-pekerja, mengapa Dia tidak langsung mengirimkan? Bukankah semuanya itu demi kepentingan umatNya sendiri? Apakah ajakan Yesus itu dimaksudkan agar kita juga ikut bertanggunggjawab akan banyaknya tuaian?

Lalu Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.  Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka:  'janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel'. Keras juga Yesus ini. Dia melarang para muridNya masuk ke kampuung Samaria; bukankah mereka adalaah orang-orang yang dikasihiNya? Bagaimanana kita dapat mengerti kehendak Tuhan ini. Apakah kekerasan Yesus ini jugga menunnjukkan kemanusiaan diriNya? Namun bukankah hal itu menunnjukkan adanya kelemahan diri seorang manusia? Buukankah Dia hidup sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa? Apakah kekerasan Yesus bukan sebuah dosa?  'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan'.  Pewartaan Injil tetap satu paket dengan pengusiran kuasa kegelapan dari mereka yang menerima pemberitaan kabar sukacita.  'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'. Allah itu baik hati, demikian juga mereka yang telah menerima kebaikan hatiNya juga harus bersikap murah hati sebagaimana Dia sendiri. Apakah kebaikan hati yang hendak dilakukan para murid ini hendak mewujudkan sabda dan kehendak Tuhan sendiri sebagaimana diceritakan dalam kitab Yesaya (30: 19-26), walau dengan segala keterbatasan yang dilakukan oleh para muridNya?

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami mensyukuri anugerah yang Kau limpahkan dalam hidup kami, kiranya kamipun semakin peka dan mudah tergerak hatinya terhadap penderitaan sesama, sehingga siap membantu mereka yang membutuhkan. Penuhilah kami dengan belaskasihMu, ya Tuhan. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening