Selasa dalam Pekan Adven I, 2 Desember 2014

Yes 11: 1-10  +  Mzm 72  +  Luk 10: 21-24

 

 

 

Lectio :

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu".

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.  Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya".

 

 

 

Meditatio :

'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu'. Inilah doa syukur Yesus, Anak Manusia kepada Bapa di surga yang mengutusNya. Yesus menyadari sungguh-sungguh, apa yang dilakukan selama ini dengan memberikan prioritas kepada kaum kecil dan sederhana, yakni mereka yang benar-benar merindukan pengenalan akan Allah. Bapa sendiri menaruh perhatian kepada mereka, dan itulah kemauan Tuhan Allah. Keberuntungan yang mereka terima adalah mereka akan menjadi pemilik-pemilik Kerajaan Allah dan mereka akan melihat Allah (Mat 5). Keselamatan itu adalah sebuah pilihan, bukan saja bagi mereka yang diselamatkan, tetapi juga bagi Dia sendiri sebagai Pelaksana keselamatan itu.

'Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku'. Semua diserahkan Bapa kepada Anak, karena memang Dialah Pewaris tunggal dari takhta Kerajaan Allah. 'Tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu'. Penyataan Yesus ini mengingatkan bahwa memang Allah itu ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia; demikian juga mereka yang percaya kepadaNya; dan itulah kehendak Yesus sebagaimana pernah diungkapkanNya. 'Ya Bapa, Aku mau, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku' (Yoh 17: 21).

'Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.  Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya', seru Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri. Mereka sepertinya diingatkan, bahwasannya mereka adalah orang-orang yang benar-benar terpilih. Mereka dipilih dan diberi kesempatan untuk mengalami kehadiran Allah secara kasat mata, sebagaimana telah menjadi kerinduan banyak orang semenjak semula. Mungkin mereka, para nabi dan raja, tak bisa menyebut bagaimna kerinduan yang mereka bayangkan, tetapi mereka mampu menggambarkan, bahwasannya dalam kehadiranNya itu: 'serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.  Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.  Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya' (Yes 11: 6-9).

Apakah kita juga termasuk orang-orang beruntung seperti para murid? Bukannya kita dapat mendengarkan sabda dan kehendakNya? Bukankah kita menerima rahmat penebusanNya, berkat kematian dan kebangkitan sang Mesias? Sebagaimana kebangkitan Satu orang, maka semua orang juga akan mengalami kebangkitan bersamaNya? Bukankah kita juga dapat mengikuti perjamuan bersamaNya sendiri, di mana Dia sendiri hadir secara nyata dalam sabda dan komuniNya yang kudus, dan kita menerima Tubuh dan darahNya?

Kita adalah orang-orang yang beruntung.



 

Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, kami sunguh bersyukur atas anugerahMu yang begitu besar dalam hidup kami, di mana kami sungguh boleh mengalami secara nyata kehadiranMu sendiri dalam sabda dan dalam komuni kudus. Semangatilah kami dalam menikmati kehadiranMu itu. Amin

 

 

Contemplatio :

'Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening